Orang Tua Murid Trauma usai Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing Jakut
Kegiatan belajar mengajar di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (12/12/2025), dilakukan secara jarak jauh atau daring.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Mobil pengangkut makanan program MBG menerobos pagar sekolah dan menabrak sejumlah siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.
- Para orang tua mengaku merasa khawatir dan trauma atas insiden tersebut.
- Mereka berharap BGN melakukan evaluasi terhadap mekanisme dan kualifikasi sopir mobil pengantar MBG untuk mencegah kejadian serupa terulang.
TRIBUNNEWS.COM - Kegiatan belajar mengajar di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (12/12/2025), dilakukan secara jarak jauh atau daring.
Hal ini imbas peristiwa sebuah mobil pengangkut makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos pagar dan menabrak sejumlah siswa di halaman sekolah.
Pada Jumat pagi, sekolah tampak sepi. Hanya ada beberapa guru yang berada di halaman, sedangkan para murid tidak terlihat seperti biasanya.
Beberapa orang tua datang ke sekolah untuk melihat kondisi terbaru di lokasi.
Mereka mengaku merasa khawatir dan trauma atas insiden yang terjadi pada Kamis (11/12/2025).
Orang tua murid, Elis Kurnia, mengatakan rasa trauma justru lebih dirasakan orang tua dibanding anak-anak.
Ia bahkan merasa gemetar setiap melihat mobil MBG.
Elis menyebut, biasanya mobil MBG berhenti terlebih dahulu di depan masjid sebelum masuk ke area sekolah setelah pagar dibuka.
Akan tetapi, pada hari kejadian, mobil tersebut langsung melaju masuk ke dalam sekolah.
Ia pun berharap ada evaluasi terhadap para sopir mobil MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
"Saya melihat mobil MBG jadi gemeteran lagi. Biasanya mobil MBG itu diam dulu, kalau pagar sudah dibuka baru masuk."
Baca juga: Pasca Kecelakaan di SD Kalibaru, Orangtua Korban Gemetaran saat Lihat Mobil MBG
"Tapi ini kenapa tiba-tiba masuk. Harapannya ke depan sopir-sopir yang belum mahir jangan ditugaskan mengantar," ujarnya, Jumat, dilansir TribunJakarta.com.
Orang tua lain, Andi Muzakir, juga menyampaikan kekhawatiran yang sama.
Andi menyatakan, pihak sekolah memberi informasi bahwa kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan setidaknya hingga dua hari ke depan.
Ia berharap kegiatan belajar dapat kembali normal, tetapi meminta agar mobil MBG ditempatkan di luar area sekolah demi keamanan.