Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur: Raup Miliaran Rupiah, Lulusan SMA Jadi Dokter Gadungan

Inilah empat fakta soal terbongkarnya praktik aborsi ilegal di sebuah apartemen di Jakarta Timur. Seorang tersangka jadi dokter abal-abal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fakta Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur: Raup Miliaran Rupiah, Lulusan SMA Jadi Dokter Gadungan
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
ABORSI ILEGAL - Penampakan tersangka praktik aborsi ilegal yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya saat ditampilkan dalam konferensi pers, Rabu (17/12/2025). Dokter abal-abal berinisial NS (tengah) terlihat jalannya sudah tertatih hingga harus dibopong. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi berhasil bongkar praktik aborsi ilegal di Jakarta Timur
  • Salah satu tersangka ternyata seorang lulusan SMA yang berperan sebagai dokter gadungan
  • Selama menjalankan praktik sejak 2022, komplotan sering berpindah-pindah tempat
  • Sejak 2023-2025, keuntungan yang didapatkan mencapai miliaran rupiah
  • Kelima tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda

TRIBUNNEWS.COM - Polisi berhasil bongkar praktik aborsi ilegal di sebuah apartemen di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur.

Lima orang berinisial NS, RH, M, LN, dan LH ditetapkan jadi tersangka.

Mereka menawarkan jasa praktik aborsi ilegal melalui web lalu kemudian berkomunikasi melalui WhatsApp.

Fakta soal Praktik Ilegal

Berikut sejumlah fakta soal praktik ilegal yang berhasil dibongkar polisi di Jakarta Timur:

1. Dokter Gadungan Lulusan SMA

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, mengatakan NS ternyata hanya lulusan SMA.

"Background dari pelaku yang tadi mengaku-aku dokter, ya, kalau tidak salah di sini adalah saudari NS, ya."

"Dia tidak mempunyai background kesehatan. Kalau lulusannya, dia lulusan SMA," kata Edy, Rabu (17/12/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Kepada polisi, NS mengaku nekat membuka praktik aborsi ilegal karena pengalamannya pernah menjadi asisten dokter aborsi.

"Dia pernah ikut sebagai asisten, ya, asisten, mungkin juga dulu-dulunya juga mungkin praktik ilegal juga, ya, tapi dia pernah, pernah sebagai asisten untuk melakukan aborsi, ya," jelasnya.

2. Praktik Berpindah

Praktik aborsi ilegal ini berlangsung sejak 2022 lalu.

Selama menjalankan aksinya, NS dan komplotannya selalu berpindah-pindah.

"Mereka tempatnya itu bisa saya katakan juga berpindah-pindah, ya, pernah di Bekasi, ya, pernah juga di Jakarta Timur, dan mungkin juga tempat-tempat lainnya sedang kita dalami,"

Baca juga: Kasus Aborsi Ilegal Terbongkar, Penghuni & Sekuriti Apartemen Bassura Jakarta Timur Mengaku Tak Tahu

"Tetapi yang jelas, mereka tempatnya berpindah-pindah, dan biasanya mereka menyewa apartemen, dan itu sewa harian atau mingguan saja," imbuhnya.

Selama membuka praktik ilegal tersebut, NS telah menangani lebih dari 300 pasien.

3. Keuntungan Miliaran Rupiah

Kombes Edy menambahkan, keuntungan yang didapatkan para tersangka sejak beraksi mencapai Rp2,6 miliar selama dua tahun.

"Keuntungan yang telah di dapat dari keseluruhan tersangka dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2025 sebesar Rp 2,6 miliar," ucapnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas