Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemilik Email Bantah Tulis Ancaman Bom ke 10 Sekolah di Depok, Statusnya Masih Saksi

Pemilik email berinisial KLH membantah menulis ancaman bom ke 10 sekolah di Depok. Namun, polisi memastikan akun email dan TikTok benar milik KLH.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Pemilik Email Bantah Tulis Ancaman Bom ke 10 Sekolah di Depok, Statusnya Masih Saksi
Kompas.com/Dinda Aulia Ramadhanty
ANCAMAN BOM - Tim gegana melakukan pengecekan ke SMA Arrahman, Bojong Pondok Terong, Kota Depok, terkait ancaman bom, Selasa (23/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemilik email berinisial KLH membantah menulis ancaman teror bom ke 10 sekolah di Depok.
  • Namun, polisi memastikan akun email dan TikTok benar milik KLH.
  • Kemungkinan lain dan motif sebenarnya dari teror bom ini masih diselidiki polisi.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi telah memeriksa pemilik akun yang mengirim ancaman teror bom ke 10 sekolah di Depok, Jawa Barat.

Pemilik email itu diketahui seorang perempuan berinisial KLH.

Saat ini, status KLH masih sebagai saksi dan belum diamankan oleh pihak kepolisian.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengonfirmasi kebenaran keterangannya.

"Dimintai keterangan dulu, belum tentu dia bersalah, belum tentu dia yang mengetik itu," kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

Dari hasil pemeriksaan, KLH membantah menulis pesan berisi ancaman teror bom tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, polisi memastikan, email dan akun TikTok yang menyebarkan ancaman bom ke 10 sekolah di Depok benar milik KLH.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, dia tidak mengaku (menulis ancaman), bukan dia gitu, atau di-hack. Cuma kita masih terus telusuri," ungkap ia.

Sementara itu, polisi masih memburu terduga pelaku lain dengan melakukan pelacakan nomor ponsel serta menelusuri keberadaan kekasih KLH.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, pihaknya masih mendalami motif di balik ancaman bom yang dikirimkan ke 10 sekolah di Kota Depok.

Ancaman itu diduga dipicu oleh persoalan pribadi pelaku, termasuk dugaan tindak asusila yang disebutkan dalam pesan ancaman.

Baca juga: Dugaan Motif Pelaku Teror Bom di 10 Sekolah di Depok, Polisi: Pelaku Kecewa

Budi menerangkan, seluruh keluhan dan latar belakang yang disampaikan oleh pelaku akan ditelusuri lebih lanjut oleh penyidik.

“Tentu apapun permasalahan ataupun keluhan yang disampaikan oleh pelaku itu pasti akan kami selidiki,” terangnya.

Dari dugaan sementara, pelaku teror mengaku sebagai korban pemerkosaan dan kecewa karena kasusnya tidak kunjung tertangani.

Pelaku, kata Budi, kecewa terhadap sekolah serta polisi di Depok.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas