5 Populer Metropolitan: Satu Keluarga Tewas Diduga Keracunan - Viral PKL Dianiaya Preman
Berikut rangkuman berita populer metropolitan mulai satu keluarga tewas hingga viral PKL dianiaya preman.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Bobby Wiratama
Melalui akun Instagram pribadinya, @anstsyzhr_, korban mengaku terkejut dan terbangun setelah merasakan bagian pahanya disentuh dan dielus oleh pria yang duduk di sebelahnya itu.
"Selama perjalanan saya tidur, dan tepat masuk PIK posisi saya masih tidur, dan dia megang dan mengelus-elus bagian paha, saya reflek bangun dan ngefreeze seketika," cerita pelaku dalam rekaman yang diunggah akun @anstsyzhr_
Kala itu, korban menyebut tidak bisa langsung bereaksi, sementara tangan terduga pelaku segera ditarik seolah panik.
Terduga pelaku disebut sempat mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada korban.
Namun, setelah kejadian tersebut diketahui oleh penumpang lain dan petugas Transjakarta, terduga pelaku justru membantah tuduhan itu dan berdalih bahwa dirinya sedang tertidur.
Video yang diunggah di media sosial itu kemudian viral dan memicu respons publik terhadap isu keamanan penumpang perempuan di transportasi umum.
Kejadian ini juga mengundang perhatian Analis Kebijakan Transportasi, Azas Tigor Nainggolan.
Tigor mengatakan tindakan kekerasan seksual seperti pelecehan seksual dalam layanan transportasi umum ini harus mendapat perhatian serius dari para operator atau pengelola layanan transportasi umum.
"Perlu penanganan tuntas dan dikenakan sanksi hukum tegas terhadap pelaku. Pengelola Transjakarta harus membawa kasus ini ke ranah hukum dan melaporkan pelaku kepada polisi.," tegas Tigor dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Jumat (2/1/2026).
5. Viral PKL di BKT Jaktim Dianiaya dan Diintimidasi Preman, Korban Sempat Tangkis Pisau Pelaku
Viral di media sosial, seorang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, dianiaya oleh sekelompok preman.
Dalam video yang beredar di media sosial, korban terlihat terluka di bagian hidungnya hingga mengeluarkan darah.
Korban juga diintimidasi oleh sekelompok pria yang diduga kuat sebagai preman.
Setelah ditelusuri, aksi penganiayaan dan intimidasi tersebut terjadi pada Kamis (25/12/2025) pagi, saat korban dan rekannya hendak membuka lapak dagangan.
Kakak kandung korban, Suryanto mengatakan, adiknya juga terluka di bagian tangan setelah menangkis pisau yang hendak ditusukkan oleh pelaku.
Ia pun telah melaporkan kejadian yang menimpa adiknya ke polisi.
"Saya ada bukti, foto dan video kalau saya sudah buat laporan kepolisian," tegasnya, Kamis (1/1/2025).
Mengutip Wartakotalive.com, Suryanto mengatakan bahwa ia telah melaporkan kejadian tersebut di Polsek Duren Sawit pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Namun, ia merasa kecewa lantaran Kapolres Metro Jakarta TImur, Kombes Pol Alfian Nurrizal menyatakan bahwa ia belum membuat laporan.
Untuk itu, ia akhirnya mengunggah video aksi penganiayaan ke media sosial hingga akhirnya viral.
"Dari habis laporan itu, saya enggak tahu kabar tindak lanjutnya, saya tanya ke Pak Nurdin katanya sudah di penyidik berkasnya,"
"Jadi saya malas kan nanya lagi makanya saya viralin dan baru tahu kalau pelakunya sudah ditangkap," tegasnya.
Terpisah, Kombes Alfian mengaku tak ada kendala dalam proses penangkapan pelaku.
"Tidak ada kendala, karena kami baru dapat laporan dan tentunya kami dapat laporan dua hari yang lalu dan ini sudah kami amankan," ungkapnya.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan