Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiang Monorel Jakarta Dibongkar Hari Ini, Pramono Bantah Biaya Pembongkaran Rp100 M

Sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dibongkar mulai hari ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Tiang Monorel Jakarta Dibongkar Hari Ini, Pramono Bantah Biaya Pembongkaran Rp100 M
Tribunnews/Jeprima
TIANG MONOREL - Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen untuk segera membersihkan tiang-tiang monorel mangkrak yang berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika. Dia menyebut, pembersihan ini ditargetkan mulai dilakukan pada Januari tahun depan. Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov DKI Jakarta membongkar puluhan tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono mengklaim biaya pembongkaran tak mencapai angka miliaran rupiah.
  • Pengamat menilai pembongkaran tiang monorel merupakan upaya menghapus "monumen kegagalan".

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 98 tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dibongkar mulai hari ini, Rabu, (14/1/2025).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memohon dukungan supaya proses pembongkaran berjalan dengan lancar.

“Mohon doanya, mudah-mudahan berjalan lancar,” kata Pramono di Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, (13/1/2026), dikutip dari Tribun Jakarta.

Pramono membantah informasi bahwa Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana Rp100 miliar untuk pembongkaran 98 tiang monorel. Dia mengklaim dana sebanyak itu bukan hanya untuk pembongkaran,

Menurut dia, biaya pembongkaran tiang monorel jauh lebih murah. Politikus PDIP itu berujar anggaran pembongkaran sudah dihitung rinci dan nilainya tak sampai miliaran rupiah.

“Jadi yang pertama, anggaran untuk membongkar saja itu Rp254 juta,” ujar Pramono.

Rekomendasi Untuk Anda

“Yang Rp100 miliar itu adalah anggaran yang mengatur pedestrian, jalan, taman, selama satu tahun penuh,” ujarnya.

Pramono menyampaikan penataan tersebut bertujuan untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Sehingga dengan demikian, itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan Jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh."

Kemudian, Pramono memastikan pembongkaran akan tetap dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, Pemprov DKI sudah sejak lama menyurati PT Adhi Karya selaku pemiliki tiang monorel agar segera membongkarnya. Akan tetapi, tiang tak kunjung dibongkar.

Baca juga: Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta: Rekayasa Lalu Lintas, Pakai APBD Rp100 Miliar

TIANG MONOREL - Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/6/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menuntaskan dengan merapikan tiang-tiang bekas proyek monorel yang mangkrak selama hampir dua dekade di Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika, Jakarta karena dinilai mengganggu estetika kota. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TIANG MONOREL - Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/6/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menuntaskan dengan merapikan tiang-tiang bekas proyek monorel yang mangkrak selama hampir dua dekade di Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika, Jakarta karena dinilai mengganggu estetika kota. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Rekayasa lalu lintas

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyampaikan selama pembongkaran tiang monorel, tidak ada penutupan jalan sehingga kendaraan masih bisa melintas.

Sementara itu, pengaturan lalu lintas akan dilakukan dengan mengalihkan kendaraan dari lajur lambat ke cepat selama pembongkaran tiang monorel.

Dishub DKI Jakarta juga memastikan pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari, yakni untuk meminimalisasi potensi kepadatan lalu lintas.

"Di sana kan ada dua lajur, lambat dan cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi lajur lambat. Sementara lajur cepat itu tetap berfungsi," kata Syafrin, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

"Otomatis pembongkarannya malam hari. Window times-nya itu."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas