Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anak Teknisi Pesawat ATR 42-500 Tanya Keberadaan Ayah: Abi mana? 

Kepulangan Dwi Murdiono pun sangat dinantikan oleh sang istri, Shinta Jayanti dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Anak Teknisi Pesawat ATR 42-500 Tanya Keberadaan Ayah: Abi mana? 
Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
KORBAN PESAWAT JATUH - Foto Dwi Murdiono, teknisi Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Teknisi pesawat ATR 42-500, Dwi Murdiono, hingga kini masih dalam pencarian setelah pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. 
  • Ia dikenal sebagai sosok ayah penyayang yang sangat dekat dengan istri dan tiga anaknya, yang kini terus menantikan kepulangannya. 
  • Keluarga masih berharap Dwi dapat ditemukan dengan selamat, meski hingga kini sembilan korban telah ditemukan dan satu orang masih hilang.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Teknisi pesawat ATR 42-500, Dwi Murdiono hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR gabungan. Pesawat nahas tersebut jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (17/1/2026).

Dwi Murdiono dan keluarga tinggal di Perumahan Puri Indrakila, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban dikenal sebagai sosok familly man dan sangat sayang terhadap keluarganya.

Hal itu diungkap oleh kerabat korban, Dewi Hu.

"Keseharian ya ini sama anak-anak. Jadi kalau di saat gak sibuk dia bawa anak-anak untuk ke mana, jalan," ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Kepulangan Dwi Murdiono pun sangat dinantikan oleh sang istri, Shinta Jayanti dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi, Dwi Murdiono sebelumnya telah merencanakan waktu untuk bersama anak-anaknya sepulang betugas pada akhir pekan kemarin.

"Nah ini sebetulnya harusnya pulangnya hari Minggu malam ya. Terus katanya hari Senin itu cuti. Nah cuti, udah janji sama anak-anak, mau ngajak jalan," katanya.

Dari pernikahan Dwi Murdiono dan Shinta Jayanti, keduanya dikaruniai tiga anak yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.

Anaknya pertamanya merupakan laki-laki berinisial R yang duduk di bangku kelas 2 SMP, kemudian putra keduanya berinisial F duduk di kelas 5 SD, dan putri kecilnya berinisial A masih duduk di bangku kelas 2 SD.

Buah hatinya yang belum mengerti banyak hal itupun terus menanyakan sang ayah yang tak kunjung pulang dan telah berjanji akan bermain bersama.

PESAWAT ATR JATUH - Rumah Dwi Murdiono di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Dwi Murdioni merupakan teknisi salah satu korban insiden pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan
PESAWAT ATR JATUH - Rumah Dwi Murdiono di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Dwi Murdioni merupakan teknisi salah satu korban insiden pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan (Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Pertanyaan polos yang dilontarkan oleh sang anak pun pembuat Shinta Jayanti sebagai ibu bingung untuk menjawabnya.

"Jadi anak-anaknya kan nanya, 'Abi mana? Katanya mau pulang, kok ini, ini' gitu. Jadi Mbak Shintanya drop lagi, bingung mau jawabnya," katanya.

Lebih lanjut, pihak keluarga pun berharap Dwi Murdiono bisa segera ditemukan dengan mukjizat dalam kondisi selamat. 

Foto dari Jendela Pesawat

Dewi Hu mengungkapkan sebelum hilang kabar, Dwi Murdiono masih berkomunikasi dengan istrinya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas