Lokasi Kecelakaan Tunggal yang Menewaskan Pelajar di Matraman, Motor Korban Hantam Lubang
Pelajar 16 tahun tewas di Matraman usai motor menghantam lubang jalan. Pemprov DKI janji tanggung biaya perawatan dan pemakaman.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Seorang pelajar berinisial ASP (16) tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).
- Usai kejadian, jalan rusak langsung ditambal.
- DPRD DKI menyoroti pentingnya perbaikan cepat demi keselamatan.
- Pemprov DKI memastikan seluruh biaya perawatan hingga pemakaman korban ditanggung pemerintah.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pelajar pengendara sepeda motor tewas dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Matraman Raya, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026) pagi.
Berdasarkan penyelidikan Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur, korban berinisial ASP (16) terjatuh setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam lubang di tengah jalan.
Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan kecelakaan terjadi saat korban melaju dari arah Kampung Melayu menuju Senen, Jakarta Pusat.
“Ketika melintas di Jalan Matraman Raya dekat JPO Berlan wilayah Matraman, korban mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal,” kata Ojo saat dikonfirmasi, Senin.
Motor korban berpelat B 4677 SGL disebut kehilangan kendali atau out of control setelah menghantam lubang. Korban terjatuh dan mengalami luka berat di bagian kepala.
“Diduga karena terkena lubang dan berkendara tidak menggunakan helm. Pengendara mengalami luka pada bagian wajah dan kepala,” ujar Ojo.
ASP, warga Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Masinis Kereta Spanyol Mogok Kerja Nasional usai Dua Kecelakaan Fatal, Sistem Keselamatan Disorot
Jalan Rusak Langsung Ditambal Usai Kejadian
Ruas Jalan Matraman Raya yang rusak akhirnya diperbaiki pada hari yang sama. Warga sekitar, Roni, mengatakan penambalan dilakukan setelah insiden kecelakaan maut tersebut.
“Baru ditambal tadi setelah kejadian. Sebelumnya memang jalannya bergelombang agak panjang, dan ada legokan,” ujar Roni.
Setidaknya terdapat dua titik jalan rusak yang ditambal menggunakan aspal. Petugas juga memberi tanda pylox putih untuk penanganan perbaikan lebih lanjut.
Roni menambahkan, jalan tersebut sebelumnya juga pernah ditambal, namun kembali rusak akibat musim hujan.
Baca juga: WNI Kecelakaan di Singapura, Momen Pilu Sang Ayah Dekap Bocah 6 Tahun yang Meninggal Ditabrak Mobil
DPRD dan Pemprov Soroti Jalan Berlubang
Insiden ini mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD meminta Pemprov bergerak cepat memperbaiki jalan rusak tanpa menunggu adanya korban.
Anggota Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak, menegaskan jalan berlubang bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan.
“Jalan-jalan berlubang harus cepat-cepat diperbaiki karena menyangkut keselamatan pengemudi,” katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut hasil CCTV menunjukkan kecelakaan dipicu jalan licin dan berlubang, ditambah kecepatan tinggi.
Pemprov DKI memastikan biaya perawatan hingga pemakaman korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Kecelakaan ini menjadi pengingat serius bahwa kerusakan jalan di tengah musim hujan dapat berujung fatal, terutama bagi pengendara muda.
Pemerintah pun diminta lebih proaktif memetakan dan menutup jalan berlubang demi mencegah korban jiwa berikutnya.