Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemuda Berusia 18 Tahun Ditangkap Kasus Pencabulan 4 Anak di Tangsel

Terduga pelaku adalah seorang remaja berinbisial Ez (18). Ez ditangkap setelah polisi menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Pemuda Berusia 18 Tahun Ditangkap Kasus Pencabulan 4 Anak di Tangsel
freepik
PELAKU PELECEAHAN- Ilustrasi polisi menangkap terduga pelaku pencabulan terhadap 4 anak di bawah umur di wilayah Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. 

Informasi awal justru terungkap dari sekolah setelah seorang siswa yang merupakan anak tetangga H terlihat memiliki bekas kemerahan di bagian leher.

“Sempat dipanggil sama guru, ditanya kenapa lehernya merah,” tutur H.

Awalnya, anak tersebut mengaku hanya bercanda dengan temannya. Namun guru merasa ada kejanggalan dan membawa anaknya bersama rekannya ke ruang kepala sekolah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Di situ ditanya sama guru-guru, siapa yang nyuruh. Mereka jawab ada yang nyuruh,” ujarnya.

Dari cerita diterimanya, anak-anak mengaku sempat diberi minuman sebelum kejadian.

“Katanya disuruh minum obat, dicampur sama minuman,” kata H menirukan keterangan yang ia terima dari pihak sekolah.

Ia menyebut, berdasarkan cerita tersebut, anak-anak sempat diminta melakukan tindakan yang tidak pantas sebelum dugaan kekerasan terjadi.

Baca juga: Terdakwa Kasus Pencabulan Jadi Otak Kaburnya 4 Tahanan di Cirebon, Sudah Pantau Kondisi Ruangan

Rekomendasi Untuk Anda

H mengaku baru mengetahui dugaan peristiwa tersebut sekitar dua minggu lalu.

"Masih di tahun ini, bulan ini juga. Dua minggu yang lalu,” katanya.

Mendapat informasi tersebut, H kemudian mencoba menanyakan langsung kepada anak-anaknya untuk memastikan kebenarannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, H menyebut anaknya yang berusia lima tahun mengalami dampak paling serius.

“Yang lima tahun yang parah. Karena dia sudah sering,” katanya sambil menangis.

Menurut penuturan anaknya, setiap kali mencoba melawan, ia mendapat tekanan dan ancaman sehingga merasa takut untuk bercerita.

“Setiap dia berontak katanya dibekep badannya, terus diancem. Dibilang jangan sampai bilang ke orangtua,” ujar H.

Ia menilai, di usia yang masih sangat kecil, anaknya belum mampu melindungi diri. 

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas