Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Handuk Jadi Pemicu, Adik Bunuh Kakak Pakai Palu di Kelapa Gading

Handuk di kamar jadi pemicu tragedi. Adik hantam kakak pakai palu hingga tewas di Kelapa Gading. Polisi dalami motif psikologis keluarga.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Handuk Jadi Pemicu, Adik Bunuh Kakak Pakai Palu di Kelapa Gading
Tribun Jakarta/Gerald Leonardo
GARIS POLISI - Garis polisi terpasang di rumah tempat adik menganiaya kakak kandung hingga tewas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, (24/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Konflik sepele handuk di kamar berujung tragedi
  • Adik hantam kepala kakak pakai palu hingga tewas
  • Polisi dalami motif psikologis dan kondisi keluarga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konflik sepele soal handuk di kamar berujung tragedi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang remaja berinisial MAH (16) tega memukul kakak kandungnya, MAE (22), dengan palu hingga tewas.

Kasus ini kini ditangani Satreskrim dan Satres PPA Polres Metro Jakarta Utara.

Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, menjelaskan peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di rumah keluarga tersebut.

“Awalnya karena kakaknya menaruh barang-barang pribadi di kamar adiknya,” ujar Ni Luh kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
 

Kronologi Peristiwa

Pemicu kejadian disebut berasal dari korban yang meletakkan perlengkapan mandi dan handuk di kamar pelaku. Hal itu membuat MAH kesal dan marah besar.

Situasi memanas ketika ibu mereka sempat menegur korban, namun tidak diindahkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Amarah pelaku pun memuncak.

Ia mengambil palu dari dapur dan memukul kepala kakaknya saat korban tengah memberi makan hewan peliharaan.

Polisi menyebut pemukulan terjadi berulang kali.

Setelah pukulan pertama membuat korban tersungkur, pelaku masih melanjutkan serangan hingga sekitar lima kali.

 
Motif dan Latar Belakang

Kepada penyelidik, MAH mengaku aksi brutal tersebut merupakan luapan emosi yang telah lama terpendam akibat konflik berulang dengan korban.

Pihak kepolisian menemukan adanya masalah komunikasi dalam keluarga.

Pelaku diketahui memiliki sifat pendiam dan menyimpan persoalan pribadi tanpa disampaikan secara terbuka.

Selain itu, pelaku disebut menyimpan rasa cemburu karena merasa orang tuanya lebih memperhatikan sang kakak.

Faktor psikologis ini kini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik.

Baca juga: Kenangan Terakhir Bocah NS Sebelum Tewas Dianiaya Ibu Tiri: Sarung Tanda Terima Kasih

Sumber: Metro Banjar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas