Andrie Yunus KontraS Disiram Air Keras, Baju hingga Speedometer Motor Melepuh
Selain tubuhnya, baju dan speedometer motor Andrie melepuh. Hal itu dicurigai air keras yang mengenai tubuh Andrie mengandung sebuah kandungan asam.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Andrie Yunus dari KontraS menjadi korban penyiraman air keras yang menyebabkan sekitar 24 persen tubuhnya mengalami luka.
- Ia kini menjalani operasi di RSCM, sementara Muhammad Isnur dari YLBHI meminta negara bertanggung jawab atas perawatan korban.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras yang mengakibatkan 24 persen tubuhnya terdampak luka.
Selain tubuhnya, baju dan speedometer motor Andrie pun melepuh. Hal itu dicurigai air keras yang mengenai tubuh Andrie mengandung sebuah kandungan asam.
"Jadi dicurigai ini adalah asam yang memang melepuh. Jadi bajunya itu seperti baju langsung dibakar. Bahkan speedometer motornya pun melepuh," kata Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur dalam jumpa pers, Jumat (13/3/2026).
Melalui jumpa pers yang berlangsung di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Isnur juga menekankan ihwal tak bisa dibayangkan bagaimana kulit Andrie yang terdampak siraman air keras mengingat baju dan spidometer pun melepuh.
"Jadi enggak terbayang korosinya kepada kulit, kepada badan Andri," tuturnya.
Kondisi Andrie saat ini sudah menjalani operasi di RSCM yang ditangani oleh 20 dokter.
Isnur berharap, negara dapat bertanggung jawab penuh terhadap proses pengobatan Andrie.
"Negara harus menjaga, bertanggung jawab atas petugas kemanusiaan yang sedang berjuang," kata dia.
"Andrie ini pejuang kemanusiaan, pejuang konstitusi. Maka negara bertanggung jawab gitu, terhadap aspek-aspek yang di mana mereka gagal melindunginya," pungkas Isnur.
Kronologis Kejadian
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan, kejadian penyiraman terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
Andrie Yunus awalnya tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.
Kemudian, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (JembatanTalang) dengan mengendarai kendaraan roda dua yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
Baca juga: Menteri Pigai Pasang Badan untuk Aktivis KontraS Disiram Air Keras: Jangan Biarkan Premanisme Hidup!
"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ucapnya.
Dia menyampaikan ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama yakni mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Baca tanpa iklan