Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menag Bersyukur Malam Takbiran Jelang Lebaran Idulfitri Berlangsung Khusyuk dan Damai

Menag bersyukur malam takbiran berlangsung damai, ajak perkuat silaturahmi dan toleransi di tengah perbedaan penetapan Idulfitri 2026.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menag Bersyukur Malam Takbiran Jelang Lebaran Idulfitri Berlangsung Khusyuk dan Damai
Tribunnews.com/Reza Deni
MALAM TAKBIRAN: Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan keterangannya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar bersyukur malam takbiran Idulfitri 1447 H berlangsung aman, khusyuk, dan damai di seluruh Indonesia.
  • Ia mengajak masyarakat memaknai Idulfitri sebagai momentum silaturahmi serta mendoakan bangsa agar sejahtera dan terhindar dari bencana.
  • Pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh 21 Maret 2026 dan mengimbau toleransi atas perbedaan dengan Muhammadiyah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar bersyukur atas pelaksanaan malam takbiran jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung aman, damai, dan penuh ketenangan.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat memaknai Idulfitri tidak hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial melalui silaturahmi.

“Setelah salat Id, kita lanjutkan dengan silaturahmi. Bagi yang tidak sempat mudik, tetap doakan orang tua dari kejauhan,” kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Dia juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan bangsa Indonesia agar semakin makmur, adil, dan sejahtera, serta dijauhkan dari berbagai bencana.

Selain itu, Nasaruddin bicara bagaimana Ramadan tahun ini yang dinilai istimewa karena berdekatan dengan sejumlah hari besar keagamaan lain, seperti Imlek, Nyepi, hingga Paskah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Semoga momentum hari-hari keagamaan ini memberi energi positif untuk membangun bangsa dan memperkuat keluhuran budi pekerti,” ucapnya.

Untuk pelaksanaan Salat Id di Masjid Istiqlal, Menag menyebut akan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka serta para pejabat tinggi negara.

Sementara itu, Presiden disebut memiliki agenda berbeda dengan rencana mengunjungi Aceh untuk bertemu masyarakat terdampak bencana.

“Beliau ingin bersama masyarakat terdampak bencana di Aceh. Ini bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” ujar Menag

Sebelumnya, Pemrintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini berbeda dengan Organisasi Kemasyarakatan Islam, Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (19/3/2026).

Baca juga: Polri Sampaikan Hasil Pemantauan Malam Takbiran di Jakarta Aman Terkendali

Perihal perbedaan ini pemerintah dan DPR mengimbau masyarakat tetap menjaga kerukunan beragama serta saling toleransi.

“Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 H di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Kamis malam (193/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan, jika ada sebagian umat Islam yang sudah merayakan Idulfitri esok hari, ia mengimbau untuk saling menghormati.

“Andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya, memutuskan bahwa 1 Syawal di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim, dan mari kita menjaga ukhuwah dengan baik,” kata dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas