Tabrakan Kereta di Bekasi: 7 Penumpang Masih Terjepit di Gerbong Wanita yang Ringsek
Kecelakaan hebat di Stasiun Bekasi Timur: Lokomotif KA jarak jauh tembus gerbong wanita KRL. 29 korban dilarikan ke RS, 7 masih terjepit.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Insiden Maut: KA Jarak Jauh menabrak bagian belakang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur hingga gerbong wanita ringsek parah.
- Proses Evakuasi: Petugas gabungan melakukan pemotongan badan gerbong untuk mengeluarkan 7 penumpang yang masih terjepit di celah sempit.
- Data Korban: 29 orang telah dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi, RS Primaya, dan RS Bantar Gebang; 3 orang dilaporkan meninggal dunia.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI — Kecelakaan hebat melibatkan KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam pukul 20.57 WIB.
Sebuah rangkaian kereta jarak jauh dengan nomor lokomotif CC 206 1286—yang diduga kuat KA Argo Bromo Anggrek—menghantam keras bagian belakang KRL yang tengah berhenti.
Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan ekstrem pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling akhir rangkaian KRL.
Lokomotif kereta jarak jauh tampak tembus hingga setengah bagian ke dalam gerbong wanita yang telah ringsek.
Lokasi Mencekam
Suasana di lokasi kejadian tampak mencekam.
Berdasarkan rekaman video saksi mata di tempat kejadian, terlihat warga dan petugas berupaya mengevakuasi tubuh penumpang yang terjepit di antara pelat gerbong yang melengkung.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kereta yang saya tumpangi ditabrak dari belakang. Gerbong wanita semua penumpang wanita," ujar seorang saksi dalam rekaman tersebut.
Insiden bermula saat perjalanan KRL sempat terhenti akibat adanya mobil yang mogok di perlintasan dekat stasiun.
Namun, tak lama berselang, kereta jarak jauh yang melaju di jalur yang sama menghantam gerbong belakang KRL dengan kecepatan tinggi.
Baca juga: Kesaksian Penumpang: KRL Berhenti Ditabrak dari Belakang oleh KA Argo Anggrek, Ada Korban Terjepit
Proses Evakuasi dan Data Korban
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, utusan khusus presiden Raffi Ahmad, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendatangi lokasi pada pukul 23.00 WIB guna memastikan proses penyelamatan berjalan maksimal.
Sufmi Dasco Ahmad yang memantau langsung evakuasi menyebutkan tantangan berat yang dihadapi tim di lapangan.
"Tadi saya menyaksikan proses evakuasi yang masih berlangsung. Hambatan proses evakuasi karena ada penumpang terjepit, dan celah evakuasi sempit," ungkap Dascom dalam Live Kompas Tv.
Ia menambahkan, sejauh ini 29 orang sudah dilarikan ke rumah sakit dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Pernyataan Otoritas Keamanan
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pertolongan kepada korban yang masih terperangkap di dalam gerbong yang hancur.
"Saat ini, pihak Basarnas, TNI, Polri, dan SAR masih proses evakuasi. Sekarang pemotongan gerbong kereta terhadap korban yang masih terjepit. Tadi ada sekitar 6 sampai 7 orang (terjepit), sementara ini gerbong wanita," ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Baca tanpa iklan