Kecelakaan Maut: Gerbong Khusus Wanita KRL Commuter Line Dihantam Keras KA Argo Bromo Anggrek
Benturan keras antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan puluhan korban luka, dengan mayoritas mengalami patah tulang
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Tiara Shelavie
Penumpang yang berhasil dievakuasi diarahkan menuju peron-peron stasiun.
Mereka tampak duduk berkelompok sambil menunggu informasi lebih lanjut, sebagian terlihat masih syok akibat kejadian tersebut.
Sejumlah petugas medis juga terlihat memberikan penanganan awal ke penumpang yang mengalami luka-luka ringan hingga sedang.
Ambulans hilir mudik di sekitar lokasi untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung dan belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian.
Kata Saksi Mata
Sementara itu seorang saksi mata sekaligus penumpang selamat, Munir, mengisahkan detik-detik mengerikan saat moncong lokomotif Argo Bromo menghantam kereta yang ia tumpangi, mengutip Wartakotalive.com.
Menurutnya, KRL yang ia tumpangi sedang berhenti darurat karena ada kecelakaan taksi di jalur depan.
"Tiba-tiba dihantam keras dari belakang. Lokomotif kereta jarak jauh itu sampai menembus masuk ke gerbong. Gerbong khusus wanita hancur lebur," ujar Munir dengan nada bergetar.
Pantauan di lokasi menunjukkan petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, hingga Damkar harus berjuang ekstra keras.
Banyak penumpang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, bukan hanya karena benturan fisik, tetapi juga akibat sesak napas lantaran ruang udara yang menyempit di dalam gerbong yang hancur.
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Gerbong KRL Hancur Dihantam Argo Bromo, 4 Tewas, Korban Luka di 3 RS
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) (WartaKotalive.com/Rendy Rutama)
Baca tanpa iklan