Keberadaan Sopir Taksi Green SM saat Tabrakan Kereta di Bekasi, Langsung Selamatkan Diri
Sosok sopir taksi Green SM menjadi perhatian publik setelah tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kereta api menjadi bagian penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia.
Namun, di balik perkembangannya, perkeretaapian nasional juga pernah mencatat sejumlah tragedi besar.
Sejumlah peristiwa di masa lalu bahkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Tragedi itu menjadi catatan penting dalam perkembangan sistem transportasi rel nasional.
Kini peristiwa kecelakaan kereta api kembali menjadi sorotan nasional.
Hal itu setelah adanya insiden yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Jumlah korban meninggal dunia tercatat 15 orang, sedangkan 84 lainnya dilaporkan luka-luka.
Tragedi itu bermula dari mobil taksi Green SM yang mogok di perlintasan kereta api.
Meski alarm peringatan kedatangan KRL sudah berbunyi, mobil itu tetap melaju menerobos palang yang telah ditutup oleh warga.
Warga sudah berupaya mendorong mobil itu dari perlintasan, namun tak berhasil.
Dalam kondisi itulah, KRL yang melintas menabrak mobil tersebut. Akibatnya, KRL terhenti lama.
Baca juga: DPR Desak Usut Taksi Hijau Pemicu Tragedi Kereta Bekasi: Sering Ugal-ugalan
Setelah kejadian itu, ada KRL lain yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Namun, beberapa saat kemudian, muncul KA Argo Bromo yang melaju kencang dan menghantam rangkaian KRL.
Gerbong khusus perempuan hancur setelah ditembus lokomotif KA Argo Bromo Anggrek.
Setelah kejadian, perhatian publik tertuju pada sosok sopir taksi Green SM, yang diduga menjadi awal rangkaian kecelakaan fatal itu.
Baca tanpa iklan