Diduga Ada Ormas Kuasai Perlintasan KA di Bekasi Timur, Dedi Mulyadi Minta Aparat Bertindak Tegas
Menurut Dedi Mulyadi, banyaknya jalan baru yang dibangun tanpa melalui lintasan resmi milik PT KAI menjadi salah satu penyebab kecelakaan.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Dedi Mulyadi menyoroti persoalan perlintasan kereta api yang dinilai masih menjadi masalah serius di berbagai daerah.
- Menurut Dedi Mulyadi, banyaknya jalan baru yang dibangun tanpa melalui lintasan resmi milik PT KAI menjadi salah satu penyebab kecelakaan.
- Terkait dugaan ormas menguasai perlintasan kereta di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Dedi Mulyadi meminta aparat bertindak tegas.
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi dugaan adanya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menguasai perlintasan kereta api di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dugaan ini muncul setelah terjadi insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Dedi Mulyadi menyoroti persoalan perlintasan kereta api yang dinilai masih menjadi masalah serius di berbagai daerah.
Hal ini ia sampaikan saat melayat ke rumah duka Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32) di Griya Asri 2 Blok H, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Nur Ainia Eka Rahmadhyna merupakan karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Menurut Dedi Mulyadi, banyaknya jalan baru yang dibangun tanpa melalui lintasan resmi milik PT KAI menjadi salah satu penyebab kecelakaan.
“Perlintasan kemarin itu problem (masalah) di mana-mana. Banyak jalan dibangun baru, tapi bukan lintasan resmi PT KAI."
"Kalau tidak segera diamankan, peristiwa seperti ini akan terus terjadi,” ujarnya di rumah duka, Rabu, dilansir Wartakotalive.com.
Kemudian, tentang adanya dugaan ormas menguasai perlintasan kereta di kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Dedi Mulyadi meminta aparat bertindak tegas.
“Tindak tegas ormasnya. Tidak boleh ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya di Jawa Barat,” tegas dia.
Dedi menegaskan seluruh perlintasan kereta baik resmi maupun tidak resmi, harus segera dilengkapi sistem pengamanan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
Baca juga: Polisi Minta Masyarakat Setop Sebarkan Foto dan Video Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Ia juga menyinggung kondisi wilayah yang padat penduduk sehingga membutuhkan solusi jangka panjang berupa pembangunan flyover.
Dedi menyebut rencana itu sudah masuk dalam program pembangunan Jawa Barat, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap karena keterbatasan fiskal.
“Dengan kebijakan Pak Presiden yang akan membangun flyover, tentu kami berterima kasih. Itu sangat membantu,” terangnya.
Rencana Pembangunan Flyover
Perlintasan sebidang berada di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.
Baca tanpa iklan