Kecelakaan Taksi Listrik Tertemper KRL di Bekasi Diduga Faktor Human Error
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kecelakaan taksi listrik dengan kereta rel listrik di perlintasan sebidang Ampera Bekasi
- Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka
- Pihak kepolisian hanya fokus pada kasus laka di perlintasan sebidang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kecelakaan taksi listrik dengan kereta rel listrik di perlintasan sebidang Ampera Bekasi.
Sopir taksi listrik inisial RRP sudah menjalani pemeriksaan.
Baca juga: Korlantas Polri Hanya Analisis Kecelakaan Taksi Listrik Vs KRL
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka.
"Ya bisa jadi human error, bisa jadi faktor jalan, bisa jadi faktor kendaraan. Ini masih dalam kajian ataupun penelitian dari tim TAA (Traffic Accident Analysis) dari Korlantas," ucapnya di Gedung TMC Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Polisi Sebut Taksi Listrik Mengalami Korsleting Elektrik Sebelum Ditabrak KRL di Bekasi
Untuk kejadian tersebut ditangani tim TAA (Traffic Accident Analysis).
Penyebab kecelakaan membutuhkan waktu untuk dikaji secara mendalam.
"Kita masih melakukan pendalaman, kajian unsur kelalaian yang sampai dengan menjadi penyebab dari kecelakaan itu," jelas Kombes Komarudin.
Pihak kepolisian hanya fokus pada kasus laka di perlintasan sebidang.
Sedangkan kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kombes Komarudin menerangkan terkait kecelakaan taksi listrik dengan KRL tidak bisa tunjuk hidung siapa yang disalahkan.
Sebab TKP kecelakaan di perlintasan sebidang sehingga perlu dilihat apakah perlintasan tersebut sudah memenuhi aspek keamanan.
"Ini tempat kejadian perkaranya berada di lintasan sebidang ya ada ketentuan-ketentuan di sana terkait dengan masalah palang perlintasan, kondisi jalan seperti apa, itu yang nanti masih akan kita kaji. Nanti hasil TAA nanti yang akan melihat itu semua," tukasnya.
Polisi memastikan kendaraan taksi listrik sudah diperiksa terkait kalaikannya.
Termasuk memeriksa urine dari sopir tersebut.
Baca tanpa iklan