Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kecelakaan Taksi Listrik Tertemper KRL di Bekasi Diduga Faktor Human Error

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Kecelakaan Taksi Listrik Tertemper KRL di Bekasi Diduga Faktor Human Error
Tribunnews.com/Reynas Abdila
KECELAKAAN KERETA - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengungkap dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka taksi listrik dengan KRL di antaranya human error. Hal ini disampaikan di Gedung TMC Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kecelakaan taksi listrik dengan kereta rel listrik di perlintasan sebidang Ampera Bekasi
  • Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka
  • Pihak kepolisian hanya fokus pada kasus laka di perlintasan sebidang

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kecelakaan taksi listrik dengan kereta rel listrik di perlintasan sebidang Ampera Bekasi.

Sopir taksi listrik inisial RRP sudah menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Korlantas Polri Hanya Analisis Kecelakaan Taksi Listrik Vs KRL

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya laka.

"Ya bisa jadi human error, bisa jadi faktor jalan, bisa jadi faktor kendaraan. Ini masih dalam kajian ataupun penelitian dari tim TAA (Traffic Accident Analysis) dari Korlantas," ucapnya di Gedung TMC Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Polisi Sebut Taksi Listrik Mengalami Korsleting Elektrik Sebelum Ditabrak KRL di Bekasi

Untuk kejadian tersebut ditangani tim TAA (Traffic Accident Analysis).

Rekomendasi Untuk Anda

Penyebab kecelakaan membutuhkan waktu untuk dikaji secara mendalam.

"Kita masih melakukan pendalaman, kajian unsur kelalaian yang sampai dengan menjadi penyebab dari kecelakaan itu," jelas Kombes Komarudin.

Pihak kepolisian hanya fokus pada kasus laka di perlintasan sebidang.

Sedangkan kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kombes Komarudin menerangkan terkait kecelakaan taksi listrik dengan KRL tidak bisa tunjuk hidung siapa yang disalahkan.

Sebab TKP kecelakaan di perlintasan sebidang sehingga perlu dilihat apakah perlintasan tersebut sudah memenuhi aspek keamanan.

"Ini tempat kejadian perkaranya berada di lintasan sebidang ya ada ketentuan-ketentuan di sana terkait dengan masalah palang perlintasan, kondisi jalan seperti apa, itu yang nanti masih akan kita kaji. Nanti hasil TAA nanti yang akan melihat itu semua," tukasnya.

Polisi memastikan kendaraan taksi listrik sudah diperiksa terkait kalaikannya.

Termasuk memeriksa urine dari sopir tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas