Gibran Tinjau Layanan Fast Track Haji di Surabaya: Permudah Jemaah Berangkat
Gibran Rakabuming Raka meninjau pemberangkatan calon jemaah haji di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Wapres Gibran meninjau keberangkatan jemaah haji di Bandara Juanda Surabaya untuk memastikan pelayanan optimal berjalan.
- Peninjauan mencakup layanan fast track Makkah Route yang mempermudah proses imigrasi sejak keberangkatan dari Indonesia.
- Wapres melepas jemaah Kloter 32 dan berpesan menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau pemberangkatan calon jemaah haji di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/04/2026).
Peninjauan ini untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan aman, nyaman, dan tenang, disertai proses yang transparan dan akuntabel sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Peninjauan yang dilakukan salah satunya yakni layanan fast track, yakni pemeriksaan paspor jemaah haji dilakukan di bandara Indonesia.
Wapres menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas penyediaan layanan fast track (Makkah Route) di sejumlah bandara di Indonesia, yang dinilai secara signifikan mempermudah proses keberangkatan calon jemaah haji.
“Tentunya ini sangat mempermudah proses keberangkatan. Tahun lalu saya juga meninjau di beberapa lokasi dan saya sekali lagi, terima kasih,” katanya dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden.
Pada kesempatan tersebut Wapres juga menyapa dan berdialog langsung dengan sejumlah jemaah, sekaligus melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 32 SUB yang berasal dari Kabupaten Lamongan dan Tulungagung sebanyak 380 orang.
Kepada para jemaah, Wapres mengucapkan selamat menjalankan rangkaian ibadah haji dan berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kesehatan.
“Untuk semuanya mohon jaga kesehatan, dan semoga seluruh rangkaian kegiatan ibadah dilancarkan,” tuturnya.
Pada kesempatan terpisah, Supervisor Humas Makkah Route Muhammad Al Syarif mengungkapkan bahwa layanan Makkah Route telah berjalan selama tiga tahun di Bandara Juanda.
Baca juga: Pelayan di Tanah Suci: di Balik Ketenangan Ibadah Jemaah Haji
“Untuk keseluruhannya di Indonesia sudah berjalan selama delapan tahun, sejak tahun 2018,” imbuhnya.
Adapun tujuan utama layanan Makkah Route, tutur Muhammad Al Syarif, adalah untuk memberikan kemudahan bagi calon jemaah haji dalam menyelesaikan seluruh proses keimigrasian sejak di tanah air.
Sehingga, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi mengantre di bandara dan dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel.
“Itu adalah tujuan dari diadakannya Makkah Route di bandara-bandara yang ada di Indonesia. Di Indonesia terdapat Makkah Route di Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar,” katanya.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, General Manager Bandara Juanda Laksamana Pertama TNI Muhammad Tohir, Kepala Kantor Otoritas Bandara III Surabaya Agustono, serta General Manager Makkah Route Omar Aldaej.
Baca tanpa iklan