Perbaikan Jalan Raya Lenteng Agung Jaksel Picu Kemacetan 2,5 Km ke Arah Depok
Perbaikan jalan ambles Lenteng Agung masih berlangsung, arus lalu lintas menyempit dan kemacetan panjang hingga 2,5 km.
Editor:
Glery Lazuardi
Biasanya, perjalanan dari Stasiun Universitas Pancasila menuju Jalan Raya Lenteng Agung dapat ditempuh dalam waktu tiga hingga lima menit saat kondisi lalu lintas normal.
Namun pada kondisi saat ini, waktu tempuh meningkat menjadi sekitar 20 menit.
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Sumber Daya Air (SDA), dan PPSU dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di lokasi.
Pengaturan dilakukan agar kendaraan tetap dapat melintas meski dengan sistem bergantian.
Jika tidak diatur secara ketat, kepadatan berpotensi semakin meningkat karena pengendara cenderung berebut jalur di titik penyempitan.
Namun dengan pengaturan di lapangan, arus kendaraan dapat terurai meski masih terjadi kepadatan.
Kronologi Jalan Ambles di Lenteng Agung
Insiden jalan ambles terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sejak Rabu (27/5/2026) malam dan menyebabkan gangguan arus lalu lintas utama dari arah Jakarta menuju Depok. Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah merilis kronologi resmi terkait peristiwa yang berdampak pada dua lajur jalan tersebut.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga, jalan ambles terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung (setelah Gang Empang) arah Depok dengan kedalaman mencapai sekitar tiga meter dan panjang kurang lebih 16 meter. Kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan gangguan pada konstruksi saluran air di bawah jalan yang menyebabkan tanah menjadi kosong atau “kopong”.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan urutan kejadian mulai dari laporan awal hingga kondisi jalan ambles.
Pada Rabu, 27 Mei 2026 malam, tim Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Jagakarsa menerima laporan dari masyarakat dan petugas PPSU terkait indikasi awal kerusakan di permukaan jalan.
Memasuki Kamis, 28 Mei 2026 pagi hingga sore, petugas melakukan pemantauan dan tindakan darurat sementara di lokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi tanah di bawah jalan yang telah kosong atau “kopong”.
Dinas Bina Marga kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) karena dugaan kerusakan berasal dari saluran air di bawah badan jalan. Pada periode ini juga ditemukan retakan baru serta penurunan tanah susulan.
Pada Kamis malam, 28 Mei 2026, kondisi jalan dilaporkan semakin memburuk hingga terjadi ambles total yang memakan dua lajur jalan. Petugas kemudian memasang water barrier untuk mengamankan area terdampak.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul UPDATE Jalan Ambles di Lenteng Agung: Lalu Lintas Macet Parah, Gorong-gorong Dipasang