Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Jakarta Akan Gelap 1 Jam pada 13 Juni 2026, Ini Daftar Lokasinya

Pemprov DKI Jakarta akan menggelar aksi padam lampu serentak selama 60 menit pada Sabtu, 13 Juni 2026 untuk peringati Hari Lingkungan Hidup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Peringati Hari Lingkungan Hidup, Jakarta Akan Gelap 1 Jam pada 13 Juni 2026, Ini Daftar Lokasinya
Instagram @dkijakarta
PEMADAMAN LAMPU JAKARTA - Foto ini diambil dari Instagram @dkijakarta pada Kamis (11/6/2026) yang menampilkan Jakarta Akan Gelap 1 Jam pada 13 Juni 2026. Pemprov DKI Jakarta akan menggelar aksi padam lampu serentak selama 60 menit pada Sabtu, 13 Juni 2026 untuk peringati Hari Lingkungan Hidup. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov DKI Jakarta akan memadamkan lampu selama 60 menit pada 13 Juni 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan kampanye penghematan energi.
  • Aksi padam lampu mencakup jalan protokol, gedung pemerintahan, kawasan komersial, serta ikon-ikon Jakarta seperti Monas dan Bundaran HI.
  • Kegiatan serupa sebelumnya berhasil menghemat 96,91 MWh listrik, menekan biaya energi lebih dari Rp140 juta, dan mengurangi emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e.

TRIBUNNEWS.COM - Kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup terus menjadi perhatian dunia di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, pencemaran udara, krisis air bersih, hingga meningkatnya emisi gas rumah kaca. 

Untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian bumi, setiap tanggal 5 Juni dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). 

Peringatan ini merupakan inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang lahir dari Konferensi Stockholm tahun 1972, sebuah pertemuan bersejarah yang untuk pertama kalinya mempertemukan para pemimpin dunia guna membahas hubungan manusia dengan lingkungan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan ekologis yang mulai mengancam kehidupan global.

Sejak saat itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia berkembang menjadi gerakan lingkungan terbesar di dunia yang melibatkan pemerintah, komunitas, sektor swasta, hingga masyarakat umum. 

Peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mendorong aksi nyata dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan, menghemat sumber daya alam, serta membangun gaya hidup yang lebih berkelanjutan. 

Berbagai negara pun memperingatinya dengan cara yang beragam, mulai dari penanaman pohon, kampanye pengurangan sampah plastik, kegiatan bersih-bersih lingkungan, hingga program penghematan energi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar aksi padam lampu serentak selama 60 menit pada Sabtu, 13 Juni 2026. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selama satu jam, lampu penerangan pada sejumlah jalan protokol, gedung pemerintahan, kawasan komersial, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, hingga ikon-ikon kota Jakarta akan dipadamkan sementara. 

Kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi bentuk komitmen untuk mengurangi konsumsi energi listrik sekaligus menekan emisi karbon yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Melalui gerakan sederhana tersebut, Pemprov DKI Jakarta ingin menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. 

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pelajar SMA di Dompu Belajar Daur Ulang Limbah Domestik

Mematikan lampu yang tidak digunakan, menghemat listrik, dan mengurangi pemborosan energi merupakan tindakan kecil yang jika dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak signifikan bagi lingkungan. 

Bahkan, pengalaman pelaksanaan aksi serupa sebelumnya menunjukkan bahwa pemadaman lampu selama satu jam mampu menghasilkan penghematan listrik puluhan megawatt hour serta mengurangi emisi karbon hingga puluhan ton.

Jakarta Gelap 1 Jam pada 13 Juni 2026

Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat, pelaku usaha, pengelola gedung, hingga instansi pemerintah untuk berpartisipasi dalam aksi pemadaman lampu selama satu jam.

Mengutip dari Instagram @dkijakarta, kegiatan tersebut akan berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 13 Juni 2026
  • Waktu: 20.30 WIB – 21.30 WIB

Selama periode tersebut, lampu pada sejumlah kawasan strategis, gedung pemerintahan, dan bangunan komersial akan dipadamkan sementara sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

Namun demikian, fasilitas layanan publik yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, serta fasilitas vital lainnya tetap beroperasi sebagaimana mestinya dan tidak termasuk dalam program pemadaman.

Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta

Aksi pemadaman akan dilakukan di berbagai wilayah Jakarta yang mencakup jalan protokol, jalan arteri, gedung pemerintahan, hingga ikon-ikon kota.

Jakarta Pusat

Wilayah yang akan mengikuti aksi pemadaman meliputi:

  • Jalan Sudirman (Dukuh Atas hingga Gedung Sampoerna Strategic)
  • Jalan MH Thamrin
  • Kawasan Medan Merdeka
  • Jalan Gerbang Pemuda
  • Jalan Asia Afrika
  • Halaman Balai Kota DKI Jakarta
  • Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Jakarta Utara

Lokasi yang terdampak antara lain:

  • Jalan Yos Sudarso
  • Jalan Perintis Kemerdekaan
  • Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Jakarta Timur

Pemadaman dilakukan di:

  • Jalan Dr. Sumarno
  • Jalan Perintis Kemerdekaan
  • Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur

Jakarta Barat

Meliputi:

  • Jalan Daan Mogot
  • Jalan Kembangan Raya
  • Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Barat

Jakarta Selatan

Beberapa lokasi yang akan dipadamkan lampunya meliputi:

  • Jalan Prapanca Raya
  • Jalan Gerbang Pemuda
  • Jalan Asia Afrika
  • Jalan Sudirman (Gedung Sampoerna Strategic hingga Patung Pemuda)
  • Gedung Wali Kota Jakarta Selatan
  • Jalan Rasuna Said

Ikon Jakarta yang Akan Ikut Padam

Selain jalan-jalan utama, sejumlah simbol dan landmark penting Jakarta juga akan mematikan pencahayaan selama satu jam, di antaranya:

  • Gedung Balai Kota DKI Jakarta
  • Monumen Nasional (Monas)
  • Patung Arjuna Wiwaha
  • Bundaran Hotel Indonesia
  • Patung Pemuda
  • Patung Pahlawan
  • Patung Jenderal Sudirman

Pemadaman lampu pada ikon-ikon kota tersebut diharapkan menjadi simbol kuat komitmen Jakarta dalam mendukung upaya penghematan energi dan perlindungan lingkungan.

Gedung Pemerintah dan Bangunan Komersial Ikut Berpartisipasi

Selain kawasan jalan dan landmark kota, aksi ini juga mencakup:

  • Seluruh gedung dan kantor milik Pemprov DKI Jakarta
  • Sejumlah gedung perkantoran swasta
  • Pusat perbelanjaan
  • Hotel
  • Restoran
  • Apartemen
  • Gedung komersial lainnya

Partisipasi sektor swasta dinilai penting karena konsumsi energi di kawasan perkotaan sebagian besar berasal dari aktivitas perkantoran dan bangunan komersial.

Hasil Positif dari Aksi Serupa Sebelumnya

Program pemadaman lampu bukan pertama kali dilakukan di Jakarta

Pada pelaksanaan sebelumnya yang berlangsung pada 25 April 2025, aksi tersebut berhasil memberikan dampak yang cukup signifikan.

Tercatat penghematan energi listrik mencapai 96,91 megawatt hour (MWh). 

Selain itu, efisiensi biaya penggunaan listrik mencapai sekitar Rp140,2 juta, serta mampu menurunkan emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e.

Data tersebut menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti mematikan lampu selama satu jam dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pengurangan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca.

Sejarah Singkat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Gagasan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bermula dari usulan pemerintah Swedia kepada PBB pada tahun 1968 untuk mengadakan konferensi internasional yang membahas isu lingkungan hidup, dikutip dari National Today.

Setelah melalui berbagai persiapan, konferensi tersebut akhirnya diselenggarakan di Stockholm, Swedia, pada tahun 1972.

Konferensi yang dipimpin oleh diplomat Kanada, Maurice Strong, menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan lingkungan global. 

Para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi umat manusia serta mencari solusi bersama.

Dari konferensi inilah lahir Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang kemudian diperingati setiap tanggal 5 Juni.

Dua tahun setelahnya, peringatan pertama digelar secara resmi dengan tema "Only One Earth".

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas