Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sekretaris Fraksi PKB MPR Dukung Peningkatan Program Padat Karya Sektor Transportasi

Program-program berdana besar yang dikelola Kementerian Perhubungan, dampaknya sebagian besar dirasakan secara tidak langsung oleh masyarakat.

Sekretaris Fraksi PKB MPR Dukung Peningkatan Program Padat Karya Sektor Transportasi
DPR-RI
Sekretaris Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mendukung peningkatan program padat karya sektor transportasi yang dikelola Kementerian Perhubungan. Hingga September 2020, program ini telah menyerap tenaga kerja hingga 16.686 orang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

“Program ini sangat bagus dan layak untuk dipertahankan. Apalagi dalam situasi pandemi COVID-19 ini dimana banyak orang terpaksa harus dirumahkan karena adanya pembatasan aktivitas ekonomi dan juga menurunnya daya beli masyarakat,” ungkap Neng Eem yang juga anggota Komisi V DPR dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perhubungan di Jakarta, Senin (25/1).

Pada kesempatan tersebut, Neng Eem mengajak Menteri Perhubungan beserta jajarannya untuk kembali menyisir wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia dalam pengembangan program padat karya sektor transportasi yang tepat bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

“Saya mengapresiasi kunjungan Menteri Perhubungan bersama Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perkeretaapian untuk melihat secara langsung program-program yang dijalankan di Dapil Jawa Barat III, yaitu Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, termasuk program padat karya sektor transportasi,” papar wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat III ini.

Selain program padat karya sektor transportasi, Neng Eem juga mengapresiasi bantuan bus untuk pesantren dan Lembaga-lembaga Pendidikan yang juga dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Seperti halnya program padat karya, menurut Neng Eem, bantuan bus juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program-program berdana besar yang dikelola Kementerian Perhubungan, dampaknya sebagian besar dirasakan secara tidak langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, program-program seperti padat karya sektor transportasi dan bantuan bus, harus terus dilaksanakan untuk kelangsungan sinergi, silaturahmi, alat komunikasi, dan sebagai simbol bahwa kita bersama-sama menyapa masyarakat, termasuk konstituen,” ujar Pimpinan Badan Penganggaran MPR ini.

Program padat karya di lingkungan Kementerian Perhubungan merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penyelenggaraannya. Jenis padat karya di sektor transportasi diantaranya pembangunan, pemeliharaan, perbaikan, serta pembersihan sarana dan prasarana transportasi. Selain itu, juga ada kegiatan optimalisasi yang menggunakan metode padat karya meliputi pemeliharaan dan pembangunan terminal, bandara, pelabuhan, jalur kereta api, dan fasilitas keselamatan transportasi.

Adapun tujuan dari program padat karya Kementerian Perhubungan adalah untuk peningkatan produksi dan nilai tambah, perluasan kesempatan kerja sementara, perluasan akses pelayanan dasar, dan peningkatan aksesibilitas desa atau terbukanya desa yang terisolir.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas