Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ngobrol Bareng Kimau dan Yoga Pluto, Bamsoet Ajak Komedian Sebarkan Nilai Kebangsaan Melalui Komedi

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak para komedian mensosialisakan serta membawakan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya

Ngobrol Bareng Kimau dan Yoga Pluto, Bamsoet Ajak Komedian Sebarkan Nilai Kebangsaan Melalui Komedi
MPR RI
Bamsoet undang komedian Kimau dan Yoga Pluto untuk Ngobras (Ngobrol Santai) di Jakarta, Minggu (6/6/21). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak para komedian mensosialisakan serta membawakan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya. Dikemas dengan gaya yang ringan dan lucu, diyakini penyampaian nilai-nilai kebangsaan akan mudah diterima masyarakat. 

"Para komedian bisa menyampaikan narasi-narasi kebangsaan dalam lawakannya. Saat ini masyarakat butuh lawakan-lawakan segar yang mampu menghibur serta mengedukasi masyarakat. Bukan lawakan yang hanya mengejek kekurangan orang lain," ujar Bamsoet usai Ngobras (Ngobrol Santai) bersama komedian Kimau dan Yoga Pluto di Jakarta, Minggu (6/6/21).

Ketua MPR RI tersebut menuturkan bahwa komedi yang disampaikan baik dalam bentuk verbal, tulisan, grafis ataupun video merupakan salah satu sarana efektif dalam menyampaikan pesan kebangsaan. Termasuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhineka Tunggal Ika.

"Empat Pilar MPR RI adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia," kata Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, para komedian juga bisa memasukan kritik sosial ataupun kegelisahan masyarakat dalam materi lawakan agar lebih berbobot dan bermanfaat. Untuk itu para komedian harus sensitif dan peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. 

"Karenanya, para komedian harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam menyiapkan materi lawakan. Pengetahuan tersebut bukan hanya didapati dari sumber bacaan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan serta berkunjung ke komunitas-komunitas terpinggirkan lainnya," pungkasnya.

Seperti apa ngocolan dan keseruan obrolan Bamsoet dengan Kimau dan Yoga Pluto, bisa disaksikan selengkapnya di podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) di kanal Youtube Bamsoet Channel. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas