Tribun

Rerie: Etika dan Budaya Digital Masyarakat Harus Terus Ditingkatkan untuk Jawab Tantangan Zaman

Lestari Moerdijat mengungkapkan bahwa investasi digital harus terus ditingkatkan untuk membuka beragam potensi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional

Editor: Content Writer
zoom-in Rerie: Etika dan Budaya Digital Masyarakat Harus Terus Ditingkatkan untuk Jawab Tantangan Zaman
Humas MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat memberikan sambutan pada forum W20 Summit bertema Friendly Dialogue and Networking Women Empowerment on Economic and Tourism, di kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Investasi digital harus terus ditingkatkan untuk membuka beragam potensi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan literasi dari sisi etika dan budaya digital penting untuk dikedepankan.

"Pemanfaatan seluas-luasnya peluang yang ada saat ini harus dilakukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk dari sektor digital di tanah air," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/8).

Sensus penduduk Indonesia pada 2020 mencatat populasi milenial Indonesia 25,8 persen. Selain itu populasi gen Z tercatat 27%.
Generasi milenial merupakan orang yang lahir di tahun 1981-1996, sementara gen Z lahir tahun 1997-2012.

Menurut Lestari, potensi dominannya dua kelompok umur masyarakat yang sudah mengenal gawai sejak dini itu harus dimanfaatkan lewat penanaman literasi digital yang baik dan mampu mendorong produktivitas masyarakat.

Peluang percepatan pertumbuhan ekonomi lewat pemanfaatan ruang digital, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sangat terbuka.

Namun, tegas Rerie, agar pemanfaatan ruang digital dapat sesuai yang kita harapkan sangat diperlukan penanaman etika dan budaya digital yang baik kepada masyarakat.

Para pemangku kepentingan dan masyarakat, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus mampu meningkatkan literasi digital masyarakat di samping berharap peningkatan produktivitas lewat potensi digital yang ada.

Gerakan peningkatan etika dan budaya digital masyarakat, tambah Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, sangat mendesak dilakukan karena pemanfaatan ruang digital oleh masyarakat yang semakin luas dalam keseharian.

Tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi, menurut Rerie, ruang digital juga dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi dengan sesama terkait banyak hal seperti politik, sosial, budaya dan banyak lagi aspek kehidupan.

Di tengah tingginya potensi pemanfaatan ruang digital oleh masyarakat, tegas Rerie, penanaman etika dan budaya digital yang baik harus konsisten dilakukan agar masyarakat Indonesia benar-benar siap memanfaatkan ruang digital untuk menjawab berbagai tantangan di masa kini dan mendatang.(*)

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas