SBY Mendadak Panggil Kepala BIN dan Menlu
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Kepala Badan Intelijen Negara
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak memanggil
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Kepala Badan Intelijen Negara
(BIN) Sutanto ke kantor Presiden Jakarta, Jumat (11/03/2011), siang.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Marty dan Sutanto hadir di kantor Presiden. Hadir pula Menko Polhukam Djoko Suyanto. Belum jelas agenda pemanggilan para menteri ini namun yang jelas ini diluar agenda resmi SBY.
Padahal sekitar pukul 13.30 WIB, Presiden dijadwalkan meninggalkan kantor Presiden menuju rumahnya di Cikeas untuk beristirahat karena desas-desus yang berkembang SBY hari ini dikabarkan kurang enak badan.
Iring-iringan kendaraan yang akan mengangkut Presiden sudah dipersiapkan sekitar pukul 13.00 WIB di sekitar kompleks Istana Kepresidenan. Selain itu, mobil dinas Presiden yakni RI 1 sudah siap untuk diberangkatkan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Marty dan Sutanto hadir di kantor Presiden. Hadir pula Menko Polhukam Djoko Suyanto. Belum jelas agenda pemanggilan para menteri ini namun yang jelas ini diluar agenda resmi SBY.
Padahal sekitar pukul 13.30 WIB, Presiden dijadwalkan meninggalkan kantor Presiden menuju rumahnya di Cikeas untuk beristirahat karena desas-desus yang berkembang SBY hari ini dikabarkan kurang enak badan.
Iring-iringan kendaraan yang akan mengangkut Presiden sudah dipersiapkan sekitar pukul 13.00 WIB di sekitar kompleks Istana Kepresidenan. Selain itu, mobil dinas Presiden yakni RI 1 sudah siap untuk diberangkatkan.
Demikian pula Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang akan menyertai
perjalanan Presiden sudah tampak siaga dengan kendaraan masing-masing.
Kuat dugaan pemanggilan para menteri ini terkait dengan pemberitaan The
Age, Australia, yang menyebut SBY dan keluarganya menyalahgunakaan
kekuasaan sebagai Presiden.
Sutanto kepada pers sebelum memasuki kantor Presiden hanya berujar singkat mengenai tuduhan itu. "Itu tidak benar," katanya.