Tribun

Mudik Lebaran 2011

Evaluasi Mudik, DPR Panggil 4 Dirjen Kemenhub dan Polri Hari Ini

Hal tersebut dilakukan menyusul meningkatnya angka kecelakaan pada mudik lebaran kali ini yang mencapai 33 persen

Editor: Yudie Thirzano
Evaluasi Mudik, DPR Panggil 4 Dirjen Kemenhub dan Polri Hari Ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan simulasi penanganan kecelakaan saat apel siaga menjelang Idul Fitri di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2011). PMI menyiagakan 300 unit ambulan darat dan dua unit ambulan udara serta 350 pos pertolongan pertama yang ditempatkan di ruas-ruas strategis dan rawan di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali. (tribunnews/herudin) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi V DPR RI, hari ini akan memanggil 4 dirjen Kementerian Perhubungan dan kepolisian untuk mengevaluasi penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2011. Hal tersebut dilakukan menyusul meningkatnya angka kecelakaan pada mudik lebaran kali ini yang mencapai angka 33 persen.

“Peningkatan angka kecelakaan pada mudik lebaran tahun ini sangat memprihatinkan kami. Apalagi peningkatannya hingga 33 persen. Seharusnya, dengan peningkatan anggaran di sektor transportasi, angka kecelakaan bisa ditekan. Karena itu, Komisi V memanggil empat dirjen Kemenhub, Kepolisian serta Dirjen Binamarga untuk mengevaluasi  penyelenggaraan angkutan mudik lebaran,” ujar Anggota Komisi V DPR Abdul Hakim dalam siaran persnya, Kamis (8/9/2011).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan digelar pukul
10.00 WIB tersebut, Komisi V tidak hanya akan mengevaluasi kebijakan Kemenhub dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, melainkan pula kesiapan infrastruktur jalan dan pengamanan. Karena itu dalam RDP nanti Komisi V juga memanggil PT Kereta Api serta sejumlah maskapai penerbangan nasional.

“Berdasarkan pasal 24 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku penyelenggara jalan wajib memperbaiki jalan yang rusak dan dapat menyebabkan kecelakaan. Jika dalam evaluasi nanti ternyata kerusakan jalan dan tidak layaknya jalan secara teknis menyebabkan kecelakaan, tentu Kementerian PU juga harus bertanggung jawab,” pungkas Hakim.

Seperti diketahui, Peristiwa kecelakaan lalulintas meningkat selama musim mudik Lebaran 2011 ini. Berdasarkan catatan polisi ada 4.006 kasus (23 Agustus sd 4 September). Angka ini naik sekitar 996 kejadian, dibandingkan Lebaran tahun lalu tercatat 3.010 kasus.

Sementara  korban meninggal akibat kecelakaan, turun dari 746 pada 2010, menjadi 661 orang pada tahun ini, tapi jumlah kecelakaan naik terus hingga 33,08 persen. Sementara korban luka berat naik 155 orang, atau 15,91 persen.

Mabes Polri juga mencatat selain peningkatan jumlah kecelakaan, kerugian material juga ikut naik. Jumlahnya mencapai Rp7,5 miliar atau naik 220 persen. Pada H-4 Lebaran saja, kerugian kecelakaan mencapai Rp2 miliar.

Kecelakaan terbanyak adalah tabrakan depan-depan atau "adu banteng". Korban kecelakaan jenis ini mencapai 81 orang. Lokasinya paling banyak di jalur mudik yang tak memiliki median jalan. Kecelakaan tunggal, mengantuk, dan mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang, juga ikut memperpanjang daftar korban.

Peristiwa lain adalah tabrakan depan-belakang tercatat 37 kali. Lalu kendaraan menabrak pengguna jalan juga cukup tinggi. Sudah 40 kali kejadian ini menimpa warga di sepanjang jalur mudik. Bagi pengendara sepeda motor, penyebab kecelakaan paling banyak adalah karena berboncengan lebih dari satu orang. Jumlahnya mencapai 104 orang.

Pada urutan kedua karena mengantuk. Ada 32 kasus, dan 88 pengendara motor celaka akibat kondisi fisik yang lelah ini. Kecelakaan paling banyak terjadi di KM 56-154 Tol Purbalenyi atau Cipularang dan Padalenyi. Faktor mengantuk, dan melaju dengan kecepatan tinggi plus muatan barang berlebihan adalah penyebab kecelakaan terbesar.

Sementara untuk angkutan lautan, mudik lebaran 2011 dinodai dengan tenggelamnya KMP Windu Karsa di Teluk Bone akibat over capacity sehingga menewaskan belasan orang.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas