Istana: Sumber Intelijen Sudah Menginformasikan
Pihak Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan akan ada koreksi internal dari dalam
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan akan ada koreksi internal dari dalam kalau memang bom bunuh diri di gereja Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9/2011), siang kemarin, diakibatkan oleh kelengahan aparat sebab sebelumnya sumber intelijen sudah mendapatkan informasi soal itu.
"Dan tentu akan ada proses ditindak siapa yang dianggap lalai dalam hal ini namun sebaliknya kalau ini merupakan suatu hambatan bahwa sesungguhnya pihak intelijen kepolisian telah mendapatkan informasi awal dan memprediksi sebelumnya," kata Julian di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/9/2011).
Menurut Julian, kendati informasi awal itu sudah didapatkan intelijen namun tidak bisa lakukan tindakan pencegahan karena tidak ada kepatuhan hukum atau dasar hukum bagi intelijen untuk bisa pencegahan yang lebih tegas atau konkret.
"Maka dari itu akan kita bahas bersama untuk mencari solusinya apakah dalam tataran tingkat hukum lebih tinggi tentang RUU Anti Terorisme misalnya nanti kita telusuri," kata Julian.
Sebelumnya Presiden SBY memerintahkan dilakukan investigasi internal soal ledakan bom Solo. Namun Menko Polhukam, Djoko Suyanto, menegaskan perintah presiden SBY agar dilakukan investigasi internal menyusul terulang aksi bom bunuh diri di Solo jangan diartikan ada kesalahan internal aparat.
"Investigasi internal bukan berarti ada kesalahan internal. Waktu peristiwa Ambon, saya kan sudah mengimbau jangan hanya fokus di Ambon saja. Daerah
lain juga harus waspada terhadap upaya provokatif seperti ini. Apakah itu dijabarkan oleh masing-masing daerah ke arah itu," ujar Djoko usai rapat kabinet terbatas di kantor Presiden Jakarta, Minggu (25/9/2011), malam.