Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pramono: Rata-rata Caleg Bakal Rogoh Kocek di Atas Rp 2 Miliar

Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Pramono Anung menilai ada yang salah dalam sistem Pemilu yang proporsional

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pramono: Rata-rata Caleg Bakal Rogoh Kocek di Atas Rp 2 Miliar
Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com
Pengamat politik Tjipta Lesmana dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung di DPR, Jakarta, Kamis (2/5/2013) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Pramono Anung menilai ada yang salah dalam sistem Pemilu yang proporsional terbuka. Sistem ini pula yang akan dipakai dalam Pemilu 2014.

Karena, imbuhnya, dalam sistem proporsional terbuka, akan semakin meningkatkan jumlah dana yang harus dikeluarkan Caleg dari periode ke periode.

"Maka wajah DPR kedepan akan didominasi para pengusaha. Saya menduga pada tahun 2014, dibandingkan tahun 2009 akan ada kenaikan biaya dua kali," ungkap Politisi PDI Perjuangan ini, dalam diskusi di Kompleks Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Besaran dana yang dikeluarkan Caleg 2014, akan meningkat dua kali lipat, karena sistem ini akan membuat lamanya masa kampanye. Hal ini tidak seperti pada periode pemilu 2009 lalu.

Kata dia, pada Pemilu 2009, hanya ada waktu 3 bulan buat para Caleg untuk mengadakan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat.

Namun sekarang, imbuhnya, satu tahun sebelum pemilu, bahkan lebih, semua Caleg sudah turun ke lapangan jor-joran, bersaing.

"Saya yakin biayanya ini akan bisa dua kali lipat," ucapnya.

Berita Rekomendasi

Lebih lanjut masih berdasarkan disertasinya, terkait jumlah dana yang dikeluarkan artis untuk menjadi anggota DPR jauh lebih rendah dibandingkan dengan para pengusaha.

Untuk artis, dana yang dikeluarkan pada 2009 sekitar Rp300-800 juta. Sedangkan pengeluaran  aktivis Partai antara Rp800 juta hingga Rp1,3-1,4 miliar.

Sementara itu, Pengeluaran TNI-Polri dan Birokrasi itu lebih tinggi antara Rp800 miliar-Rp1,8 miliar. Sedangkan pengusaha itu paling rendah Rp1,5 miliar dan paling tinggi Rp6 miliar.

"Kalau tahun 2009 rata-rata yang ditemukan dalam disertasi saya, itu sekitar Rp1,2-1,5 miliar. Saya menduga, rata-rata biaya yang akan dikeluarkan pada pemilu 2014 itu di atas Rp2 miliar," ujarnya.

Akibat dari ini pula, imbuhnya, munculnya para pengusaha akan lebih besar menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Dan bila itu yang terjadi--para penguasa mendominasi kursi DPR, maka ini akan sangat membahayakan wajah demokrasi Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas