Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Hakim Agung

Bendahara Umum PKB Beberkan Kronologis Insiden Toilet

Anggota Komisi II DPR Bahruddin Nashori diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR. Pemanggilan itu terkait insiden toilet

Bendahara Umum PKB Beberkan Kronologis Insiden Toilet
Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Bahruddin Nashori 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Bahruddin Nashori diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR. Pemanggilan itu terkait insiden toilet dengan calon hakim agung Sudrajat Dimyati.

Sebelum memasuki ruang rapat BK, Nashori kembali menjelaskan mengenai insiden tersebut. "Begini saya Kapoksi PKB di komisi III saya harus memberikan lampiran kepada fraksi," kata Nashori di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Saat uji kelayakan dan kepatutan Calon Hakim Agung, Nashori mengatakan dirinya baru datang dari luar kota. Saat memasuki ruang Komisi III DPR ternyata uji kelayakan itu akan berakhir.

"Karena PKB hanya dua orang di Komisi III DPR sebelum keluar saya ngobrol," tuturnya.

Ia mengatakan PKB menginginkan adanya hakim agung perempuan. Dari dua nama yang calon hakim perempuan, salah satunya telah mengikuti seleksi. Tetapi ia lupa nama calon tersebut.

Nashori kemudian meminta staff komisi III DPR untuk memfotokopi data calon hakim. "Saya lalu ngomong ke Pak Otong (Otong Abdurahman, Fraksi PKB) untuk salat. Saya keluar ingin pipis pas masuk ada calon hakim agung," ujarnya.

Secara spontanitas, kata Nashori, ia menanyakan soal calon hakim agung perempuan kepada Sudrajat. Ia membantah melakukan lobi pada saat itu.

Menurut Nashori bila dilakukan transaksi maka ia tidak akan memilih urinoir yang terlihat dari luar. "Saya keluar pipis lalu cuci tangan, saya engga tahu kalau disebelah saya ada wartawan," imbuhnya.

Bendahara Umum PKB itu mengatakan semenjak kasus tersebut konstituen menanyakannya. Ia juga menyebut harus berpindah ke Komisi II DPR.

"Kalau ga dipindahkan saya datang pemilihan hakim agung pasti saya dikejar, saya pindah dulu ke Komisi II, saya harus ke dapil. Dapil hancur lebur," tuturnya.

Nashori mengaku dirinya sudah diperiksa oleh Komisi Yudisial (KY), namun belum mengetahui hasil pemeriksaannya.

"Untuk wartawan, saya serahkan dewan pers, hak jawab ke dewan pers," katanya.

Sebelumnya mencuat isu suap di toilet. Media online melansir seorang pria berkemeja putih berbalut jas berjalan terburu-buru memasuki toilet di Gedung Nusantara II DPR. Ketika itu jarum jam menunjuk pukul 11.10 WIB, Rabu (18/9/2013).

Pria yang dimaksud adalah Sudrajad Dimyati yang digambarkan berekspresi tegang. Sudrajad bertemu dengan Anggota Komisi III DPR Bahruddin Nashori.

Saat itu Sudrajad bersama 11 calon hakim agung lainnya sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di  Komisi III. Pekan depan, Komisi III akan memilih empat dari 12 calon yang diajukan Komisi Yudisial (KY) sebagai calon hakim agung.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas