Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejahatan Cyber Mengancam, Batasi Publish Identitas Diri di Dunia Maya

Semakin berkembangnya dunia Informasi dan Teknologi (IT) di Indonesia, semakin canggih pula para pelaku kejahatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semakin berkembangnya dunia Informasi dan Teknologi (IT) di Indonesia, semakin canggih pula para pelaku kejahatan merauk keuntungan dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.

Banyaknya pengguna jejaring sosial seperti facebook, email, dan sebagainya membuat pelaku kejahatan bisa dengan mudah mengidentifikasi keberadaan kita untuk dijadikan target kejahatan.

Selain sindikat penjahat dunia maya asal Nigeria yang mampu membajak email-email perusahaan dan menipu sejumlah wanita melalui email, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus saat ini sedang memburu sindikat lain yang melakukan kejahatan cyber dengan modus yang sama.

"Ada sindikat lain yang pelakunya Warga Negara Indonesia asli dengan modus yang sama," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2013).

Saat ini, pihaknya sedang memburu para pelaku sebelum timbulnya korban-korban lain.

"Mudah-mudahan bisa kita tangkap, ini bahaya sekali, bagaimana orang lain bisa melakukan ilegal akses ke email seseorang," katanya.

Untuk itu bagi para pengguna internet dalam berkomunikasi sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut supaya tidak menjadi korban kejahatan dunia maya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, yakini file atau link yang akan diclik tidak bermasalah atau diluar kebiasaan pengirim.

Kedua, gunakan antivirus yang selalu update

Ketiga, jangan pernah menshare username dan password kepada orang lain.

Keempat, password jangan menggunakan tanggal lahir diri atau keluarga dan identitas lain yang diposting disosial media.

"Jangan membuat password yang mudah seperti tanggal lahir atau identitas lainnya. Bila bisa seminggu satu kali ganti password, syukur kalau bisa tiga hari sekali," ungkap Arief.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas