Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Isu Gas Beracun Menyeruak di Empat Desa di Lereng Kelud

adanya gas beracun disampaikan menjelang Zuhur oleh aparat yang berjaga-jaga di zona 10 km dari puncak Gunung Kelud.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Isu Gas Beracun Menyeruak di Empat Desa di Lereng Kelud
SURYA /HAYU YUDHA PRABOWO
PEKAT - Seorang warga berusaha mencari lokasi aman dari hujan abu vulkanik Gunung Kelud di Desa Selorejo, KEcaatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jumat (14/2/2014). Akibat letusan Gunung Kelud di Kabupaten Malang, ribuan warga diungsikan, empat warga tewas, satu kritis dan belasan luka-luka tertimpa bangunan gedung pengungsia. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Masyarakat di empat desa lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri sempat dikejutkan adanya isu semburan gas beracun sehingga warga terpaksa meninggalkan rumahnya untuk menyelamatkan diri, Sabtu (15/2/2014).

Empat desa yang dilanda isu gas beracun itu masing-masing Desa Puncu, Besowo, Kampungbaru dan Kebonrojo. Pemberitahuan adanya gas beracun disampaikan menjelang Zuhur oleh aparat yang berjaga-jaga di zona 10 km dari puncak Gunung Kelud.

"Kami dilarang masuk desa oleh aparat yang berjaga karena ada semburan gas beracun dari kawah Gunung Kelud," ungkap Sumar (50) kepada Surya Online, Sabtu (15/2/2014).

Dijelaskan Sumar, karena ada isu gas beracun masyarakat sempat ketakutan sehingga berusaha menyingkir dari desanya. Isu gas beracun ini menyusul ada kasus salah satu warga nafasnya sesak setelah menghirup bau seperti belerang.

Dikonfirmasi terpisah, Drs Suwignyo, Bagian Informasi dan Komunikasi Satlak Bencana Gunung Kelud membantah ada gas beracun yang sampai di desa-desa lereng Gunung Kelud. "Isu gas beracun itu tidak benar, masyarakat tidak usah resah," jelasnya.

Sementara Kepala PVMBG Hendrasto saat dikonfirmasi Surya menjelaskan, gas beracun Gunung Kelud tidak akan sampai pada radius 10 km dari puncak karena gas yang keluar dari kawah Gunung Kelud akan hilang saat ditiup angin.

Rekomendasi Untuk Anda

"Asap yang keluar dari kawah itu hanya hembusan tidak membahayakan pada radius 10 km dari puncak," jelasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas