Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Bambang Soesatyo Tertawai Faisal Basri Bela Boediono

Bambang menjelaskan audit forensik BPK kesimpulannya ada indikasi penyalahgunaan wewenang oleh Gubernur BI dan kerugian negara

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Bambang Soesatyo Tertawai Faisal Basri Bela Boediono
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana pelayanan di Kantor Pusat Bank Mutiara, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2013). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengucurkan suntikan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk Bank Mutiara (dulu Bank Century), dana itu merupakan pemenuhan aturan Bank Indonesia (PBI) No. 14/18/PBI/2012 mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bank umum, memenuhi rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 14 persen. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century DPR Bambang Soesatyo menertawai pernyataan ekonom Faisal Basri yang menyebut anggota DPR mencari panggung dalam kasus yang diduga menyebabkan kerugian negara Rp6,7triliun itu.

"Kalau ekonom sekaliber Faisal Basri bicara seperti membela mati-matian Boediono dalam kasus Century dan menyalahkan DPR, itu ya wajar. Kan Boed itu gurunya.. he..he..," kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (16/2/2014).

Justru aneh, lanjut Bambang, bila Faisal  menyerang Boedione karena memang Wakil Presiden itu tidak bisa melepas tanggung jawab atas kerugian negara (BPK) membailout Bank Century.

"Yang lucu, dia menuding DPR mencari panggung dan tidak mau melakukan audit forensik sebagai bukti DPR tidak ingin menuntaskan kasus Century," kata Politisi Golkar itu.

Menurut Bambang, Faisal Basri hanya kurang pemahaman saja. Karena DPR itu sendiri kan sudah panggung. Jadi, buat apa cari panggung lagi. "Lebih dari itu Faisal Basri mungkin tidak mengikuti perkembangan kasus Century yang merupakan skandal keuangan terbesar pasca reformasi itu," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Bambang menjelaskan audit forensik BPK sudah selesai dan kesimpulannya ada indikasi penyalahgunaan wewenang oleh Gubernur BI dan kerugian negara. Demikian juga laporan hasil analisis BPK yang belum lama lalu diserahkan KPK atas permimtaan KPK yg berkesimpulan ada kerugian negara Rp 687Miliar plus Rp 6,7triliun

"KPK juga sudah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan. Dengan tersangka BM, CF dkk. Nah, dan kawan-kawan ini, menurut keyakinan saya tdk menutup kemungkinan termasuk penanggung jawab tertinggi BI ketika itu. Yakni Boed. mengingat, pengambilan keputusan BI itu kolektif. Kolegial," ungkapnya.

Berita Rekomendasi

Bambang mengungkapkan fakta-fakta yang ada dan sudah terungkap diruang publik melalui rapat-rapat pansus DPR, sangat jelas menggambarkan siapa pemeran utama dalam skandal tersebut.

"Kalau BM dan CF itu hanyalah peran pembantu atau figuran saja.  Jadi, kalau kata Ruhut 'Poltak' Sitompul, Faisal Basri ini macam kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu..he..he," ujarnya.

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengatakan DPR hanya menjadikan kasus dana talangan (bail out) Bank Century sebagai panggung politik.

Menurut Faisal, DPR tidak cukup niat menuntaskan kasus yang tersebut. "Coba deh kalau nggak ada Century panggungnya apalagi. Karya mereka nggak punya, undang-undang jelek, memperjuangkan rakyat nggak. Jadi apalagi yang bisa mereka jual gagasan kepada rakyat," ujar Faisal di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Sabtu (15/2/2014).

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas