Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Demokrat: Buktikan Kalau Boediono Perkaya Diri atau Orang Lain !

Anggota Timwas Century asal Demokrat Achsanul Qosasih menyerahkan sepenuhnya kasus Century kepada proses hukum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Demokrat: Buktikan Kalau Boediono Perkaya Diri atau Orang Lain !
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Wakil Presiden Boediono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Timwas Century asal Partai Demokrat Achsanul Qosasih menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus Century kepada proses hukum. Meski nama Wakil Presiden Boediono disebut dalam dakwaan, apa yang dilakukan Boediono sesuai dengan tugasnya sebagai Gubernur BI saat itu untuk menyelamatkan krisis ekonomi.

"Apa yang diputuskan Bank Indonesia adalah keputusan professional, jauh dari unsur kepentingan Politik. Hampir semua pelaku keuangan saat itu mengapresiasi langkah BI dalam menangani krisis dengan menghindari adanya perbankan yang kolaps," kata Achsanul ketika dikonfirmasi, Jumat (7/3/2014).

Ia mengatakan keputusan profesional yang dilakukan dengan tegas dan baik demi kepentingan ekonomi, belum tentu benar dalam presepsi politik.

Achsanul menantang KPK untuk membuktikan apakah Boediono memang bersalah dalam mengambil kebijakan tersebut. "Sekarang saatnya KPK membuktikan, apakah Pak Boediono itu, memiliki keinginan untuk memperkaya diri atau kelompok tertentu? KPK harus membuktikan. Jika ada unsur itu, silakan hakim tIpikor menindaklanjutinya," ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR itu telah yakin Boediono tidak bersalah dalam kasus Century. "Pak Boed itu bukan orang jahat, bukan juga orang yang bertipe koruptor. Jika keputusan itu dianggap memperkaya RT (Robert Tantular) saya rasa tidak, karena keputusan itu diambil bukan untuk RT, tapi untuk menyelamatkan ekonomi," kata Achsanul.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas