Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Century

Penyidik KPK Mengeluh Saat Anas Sebut SBY

Berbagai risiko, seperti ancaman ataupun kekerasan terhadap Anas maupun keluarganya, juga sedang diperhitungkan oleh Firman.

Penyidik KPK Mengeluh Saat Anas Sebut SBY
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Foto Anas Urbaningrum saat masih menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan Presiden SBY dalam kapasistasnya sebagai Ketua Dewan Pembina.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mengeluh dan terkesan bingung ketika mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku pernah menerima uang Rp 300 juta dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Uang itulah yang digunakan Anas untuk membeli mobil Toyota Harrier yang sempat dianggap sebagai  gratifikasi.

Reaksi penyidik KPK dalam pemeriksaan Anas dijelaskan oleh Firman Wijaya, penasihat hukum Anas, kepada Tribun, Minggu (23/3/2014).

"Penyidik-penyidik itu enggak meragukan (keterangan Anas). Cuma cara mengetiknya aja jadi semangat, tak tik tok, tak tik tok. Penyidik juga ada yang bilang, 'Aduh...! Bagaimana ini?'" ujar Firman menceritakan pengalamannya mendampingi Anas menjalani pemeriksaan KPK pada Jumat (21/3/2014).

"Penyidik kelihatan bingung waktu Anas kasih keterangan itu. Saya sampaikan ke penyidik, ini persoalan keadilan, ini sebuah konsekuensi dari pemeriksaan Anas. Jadi, harus diteruskan (ditindaklanjuti)," kata Firman. "Saya juga bilang, sudah-lah diikuti aja proses ini," imbuh Firman.

Pada pemeriksaan Jumat lalu, Anas memberikan informasi tentang adanya penyumbang fiktif ke Partai Demokrat pada Pilpres 2009. Penyumbang fiktif itu diduga untuk menutupi dana yang didapat dari kasus Bank Century.

Selain itu, Anas juga menjelaskan kronologi pembelian mobil Toyota Harrier yang sempat diduga merupakan gratifikasi.

 Anas mengaku membayar Rp 200 juta sebagai uang muka pembelian mobil Toyota Harrier tersebut. Uang Rp 200 juta itu merupakan bagian dari uang Rp 300 juta yang didapatnya dari SBY.

Uang tersebut merupakan hadiah atau tanda terima kasih karena atas pemenangan Partai Demokrat dan SBY pada pemilu dan pilpres 2009.

"Jadi, efek pengakuan AU pada Jumat lalu, pemeriksaan jadi lengkap. Setelah pengakuan AU itu, penyidik menghentikan pemeriksaan," kata Firman.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
Tags:
Century
SBY
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas