Disdik Imbau Peserta UN Tak Terpancing Isu Kunci Jawaban
Disdik Bekasi mengimbau peserta UN 2014 tidak terpancing isu kunci jawaban saat pelaksanaan UN.
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengimbau agar peserta Ujian Nasional (UN) 2014 tidak terpancing jika ada pihak tak bertanggungjawab yang memberikan kunci jawaban saat pelaksanaan UN.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Ali Fauzi, mengatakan lembaran soal dan jawaban UN tahun ini menjadi satu, dan ada barcode-nya yang berbeda-beda bagi setiap peserta.
"Jadi setelah selesai dikerjakan, lembar jawaban itu disobek dan dikumpulkan. Dari 20 anak di tiap kelas, soal dan urutan soalnya jelas berbeda, jadi jangan terpancing kunci jawaban UN," ungkap Ali Fauzi, Minggu (13/4/2014).
Ali menambahkan, adanya barcode pada setiap naskah soal dan lembar jawab itu untuk menjamin tidak adanya kebocoran soal dan kecurangan dalam pengerjaannya.
"Naskah soal dan urutannya diacak. Barcode itu hanya bisa diakses melalui komputer pembaca, dan fasilitas itu hanya dimiliki oleh tim penilai UN," imbuhnya.
Ali meyakini setiap peserta mampu mengerjakan soal UN 2014 karena mereka telah dibekali pemantapan materi dan try out. "Nilai UN ini akan jadi salah satu pertimbangan penerimaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN)," ujarnya.
Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enaf, menambahkan bahwa hingga Minggu (13/4) persiapan penyelenggaraan UN 2014 di Kota Bekasi sudah berjalan sesuai yang diharapkan.
"Naskah soal dan lembar jawab sudah datang Sabtu (12/4) kemarin sekitar pukul 13.30, dan sudah didistribusikan ke seluruh subrayon. Belum ada laporan kendala dari sepuluh sub rayon yang ada," tuturnya, Minggu (13/4).
Disdik telah menyiagakan petugas untuk berjaga di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, serta di sepuluh sekolah sub rayon dengan meminta bantuan aparat kepolisian terdekat.
"Piket jaga sudah diberlakukan sejak Sabtu (12/4) malam, petugas kami siaga menjaga keamanan naskah soal dan lembar jawab, termasuk nanti saat distribusi ke sekolah-sekolah," imbuhnya.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas penjemput naskah hanya boleh mengambil naskah soal dan lembar jawab menggunakan mobil. Mereka harus bisa menunjukkan surat tugas dari sekolah masing-masing.
"Petugas penjemput naskah soal dan lembar jawab UN itu juga harus sudah siap di sekolah sub rayon satu jam sebelum pelaksanaan ujian, agar terhindar dari kemungkinan kendala macetnya jalan rayan" ujarnya. (chi)