Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mamahit dan Xie Fang Teken MoU Penginderaan Satelit Laut

Kalakhar Bakorkamla RI Laksamana Madya Laksdya TNI Dr DA Mamahit menandatangani MoU dengan China National Space Administration yang diwakili Xie Fang

Mamahit dan Xie Fang Teken MoU Penginderaan Satelit Laut
Bakorkamla
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bakorkamla RI Laksamana Madya (TNI) Laksdya TNI Dr DA Mamahit (tengah) menandatangani nota kesepahaman perjanjian kerja sama (MoU) dengan China National Space Administration yang diwakili Xie Fang (kiri). Kerja sama ini menyangkut penginderaan satelit untuk mengawasi lautan. 


TRIBUNNEWS, JAKARTA - Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bakorkamla RI Laksamana Madya (TNI) Laksdya TNI Dr DA Mamahit menandatangani nota kesepahaman perjanjian kerja sama (MoU) dengan China National Space Administration yang diwakili Xie Fang. Kerja sama ini menyangkut penginderaan satelit untuk mengawasi lautan.

Pernyataan pers Bakorkamla, yang diterima Tribunnnews, Rabu (8/10/2014), penandatanganan MoU antara Bakorkamla dengan China National Space Administration dilaksanakan di Gedung Bakorkamla RI Pusat, Jalan Dr Soetomo 11 Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri Seslakhar Bakamla pejabat Bakorkamla Dicky R Munaf, serta perwakilan dari China National Space Administration.

Dalam sambutannya, Kalakhar Bakorkamla Mamahit menyampaikan hibah peralatan pengincaraan satelit jarak jauh yang diberikan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui Bakorkamla sejalan dengan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia. Bakorkamla akan menjadikannya untuk meningkatkan kemampuan ground station yang berada di wilayah Bangka Belitung, dan Bitung - Sulawesi Utara.

Kerja sama ini merupakan implementasi dari MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Tiongkok yang berbasis pada Maritime Coopeation Committee (MCC) yang telah ditandatangani pada tanggal 23 Maret 2012 di Beijing. Kerja sama itu ditandatangani Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Luar Negeri RRT.

Salah satu butir MOU tersebut, yaitu dalam hal keamanan dan keselamatan laut, Bakorkamla yang ditunjuk menjadi ujung tombaknya. Perwujudannya, terkait pengguna teknologi terkini untuk monitoring real time kondisi perairan Indonesia yaitu pengembangan aplikasi penginderaan jauh satelit untuk stasiun bumi.

Kerja sama ini telah didahului dua kali pelatihan tenaga Bakorkamla ke Cina yang melibatkan seluruh stakeholder. Ini rangkaian proyek besar Bakorkamla untuk dapat memiliki satelit yang dapat memantau seluruh aktivitas di laut berbasis equator.

MoU ini sudah sejalan dengan Undang-Undang Kelautan yang telah disahkan DPR pada tanggal 29 September 2014, yakni terdapat amanat rakyat untuk restrukturisasi Bakorkamla menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Dengan kerja sama ini, tugas Bakamla akan sangat terbantu karena didukung peralatan berteknologi tinggi yang berbasis pada satelit. Diharapkan, pelayanan kepada masyarakat khususnya pengguna laut dapat lebih berhasil guna, antara lain untuk mengidentifikasi terkait kandungan klorofil dan kondisi cuaca di lautan. (*)

Editor: Domu D. Ambarita
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas