Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jusuf Kalla: Pemilihan Ketum Golkar Jangan Main Belakang

"Partai itu adalah tonggak demokrasi bangsa. Karena tonggak demokrasi, maka partai itu pun harus demokratis, cara mengambil keputusannya,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Jusuf Kalla: Pemilihan Ketum Golkar Jangan Main Belakang
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK, di kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh senior Partai Golongan Karya (Golkar) Jusuf Kalla mengatakan jangan sampai ada permainan terselubung dan pemaksaan dalam pemilihan Ketua Umum Golkar dalam Munas 2015.

"Pemilihan ketua umumnya tidak boleh memaksa, tidak boleh main belakang. Itu partai yang betul," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2014).

Pria yang akrab disapa JK dan Wakil Presiden Republik Indonesia itu berharap pelaksanaan Munas Golkar mendatang mengedepankan asas demokrasi, karena partai politik adalah tonggak demokrasi bangsa.

"Saya sering mengatakan, kalau partai itu adalah tonggak demokrasi bangsa. Karena tonggak demokrasi, maka partai itu pun harus demokratis, cara mengambil keputusannya, cara mencari ketua umumnya," ucap JK.

JK juga berharap cara-cara Orde Baru tidak digunakan lagi dalam pelaksanaan Munas Golkar 2015, yang di dalamnya sekaligus membahas pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin ini.

"Ya semuanya yang tidak demokratis harus diluruskan. Jangan terjadi pemaksaan, intimidasi. Zaman dulu boleh pas Orde Baru. Zaman sekarang enggak boleh. Jangan kembali ke Orde Baru dong," sambung JK.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas