Migrant Care : Praktek Keji Perbudakan Modern Masih Berlanjut
Direktur Migrant Care Anis Hidayah mengatakan peningkatan itu sangat menggelisahkan masyarakat internasional.
Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Hasanudin Aco

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat Patutie
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi global melawan perbudakan moderen Walkfree meluncurkan laporan global mengenai situasi perbudakan modern global "Slavery Index 2014".
Secara khusus laporan ini diluncurkan secara bersaman di Jakarta, Nairobi, Joran, Wina, Perth, dan London.
Tahun ini dilaporkan terjadi peningkatan korban perbudakan modern sebesar 20 persen dibanding tahun 2013 lalu. Menurut laporan Global Salaver Indeks 2013, jumlah korban perbudakan moder mencapai 29,7 juta orang, maka di tahun ini meningkat menjadi 35,8 juta orang.
Direktur Migrant Care Anis Hidayah mengatakan peningkatan itu sangat menggelisahkan masyarakat internasional.
"Ini menyadarkan bahwa di masa peradaban moderen ini masih berlangsung praktek keji perbudakan modern dalam bentuk eksploitasi buruh anak, buruh migran, dan buruh perempuan," kata Anis dalam keterangan persnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa (18/11/2014) siang.
Selain juga, perbudakan modern antara lainnya seperti eksploitasi seksual anak dan perempuan serta pemaksaan dalam produksi komoditi pangan, komestik, pakaian, jasa hiburan, dan sektor rumah tangga.