Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Senior PDIP Nilai Survei Cyrus Mengada-ada Sebut Jokowi Calon Ketum PDIP

Hasil survei menyebutkan Joko Widodo pantas memimpin partai berlambang banteng itu menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Senior PDIP Nilai Survei Cyrus Mengada-ada Sebut Jokowi Calon Ketum PDIP
tribunnews.com
Megawati dan Joko Widodo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Senior PDIP, Hendrawan Supratikno, menilai hasil survei Cyrus Network mengada-ada.

Hasil survei menyebutkan Joko Widodo pantas memimpin partai berlambang banteng itu menggantikan Megawati Soekarnoputri. [BACA: Survei Cyrus Sebut Jokowi Layak Gantikan Megawati].

Hendrawan mengatakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Semarang, Oktober 2014 mengusulkan Megawati menjadi ketua umum (Ketum) kembali.

"Survei itu tidak perlu dilakukan karena (dilakukan) setelah keputusan Rakernas. Survei itu tampaknya mengada-ada. Sudah diputuskan kok dibuat survei lagi," kata Hendrawan ketika dikonfirmasi, Senin (15/12/2014).

Hendrawan menuturkan PDIP sudah berada didalam pemerintahan sehingga partai harus solid. Megawati, kata Hendrawan, menjadikan PDIP tetap solid hingga kini.

"Bagaimana dukung pemerintah kalau tidak solid. Mega jadi ketum lagi, PDIP akan solid, menjamin 5 tahun ke depan, support ke pemerintahnya adalah all out," tuturnya.

Sebelumnya, Lembaga Survei Cyrus Network menyatakan dukungan publik kepada tokoh muda untuk menjadi ketua umum lebih besar dibandingkan tokoh-tokoh senior partai.

Rekomendasi Untuk Anda

Regenerasi partai terlihat dari dukungan kepada Presiden Joko Widodo lebih besar dibandingkan Megawati Soekarnoputri untuk memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Berdasarkan hasil survei Cyrus Network pada 1-7 Desember 2014 terhadap 1.220 responden di 122 desa dari 33 provinsi.

"Dibandingkan tokoh-tokoh PDIP lain, dukungan terhadap Megawati untuk menjadi Ketua Umum hanya sebesar 16 persen atau lebih rendah dari Puan Maharani 18 persen dan Jokowi 26 persen," ujar CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi saat konfrensi pers di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas