Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Politisi PDIP: Berhenti Memanas-manasi KPK dan Polri

"Tolong kita lihat secara jernih dan jangan saling adu kuat-kuatan dan paling benar sendiri (dua lembaga)," kata Ria.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Randa Rinaldi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Politisi PDIP: Berhenti Memanas-manasi KPK dan Polri
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Anggota DPR RI dari komisi III, Dwi Ria Latifa (kanan) berbincang dengan Kalapas Barelang, Farhan Hidayat di sela kunjungan kerjanya di Lapas Barelang Kelas 2A, Batam, Jumat (12/12/2014). Dari 960 warga binaan di lapas ini, 70 persen diantaranya merupakan tahanan yang tersangkut narkotika. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDIP, Dwi Ria Latifa, menyebut keputusan Presiden Joko Widodo dalam menyelesaikan konflik dua lembaga negara Polri dan KPK harus didukung penuh.

"Kita (PDIP) tidak intervensi presiden, apapun keputusan presiden akan kita dukung dengan tidak melanggar hukum," kata Ria saat diskusi di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2015).

Dia meminta pihak-pihak tertentu tidak ikut memanas-manasi konflik antara KPK dan Polri. Bahkan, kasus dua lembaga negara tersebut harus di lihat secara objektif oleh masyarakat dan menghormati proses hukum yang berlaku secara transparan.

"Tolong kita lihat secara jernih dan jangan saling adu kuat-kuatan dan paling benar sendiri (dua lembaga)," kata Ria.

Ria juga menanggapi pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Tedjo Edy Purdijatno terkait dukungan masyarakat ke KPK.

Saat itu, Tedjo menyebut dukungan tersebut hanya dari masyarakat yang tidak jelas.

"Semua rakyat jelas dan rakyat mendukung semua keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Ria.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas