Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri dan Pemakzulan

Sekali lagi, rasionalitas dan akal sehat dibolak-balik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kapolri dan Pemakzulan
Tribunnews/Herudin
Pengamat dan Pengajar Hukum Tata Negara, Refly Harun. 

Jokowi juga akan tampak lebih buruk dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya jika melantik tersangka dalam jabatan strategis seperti Kapolri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, misalnya, mampu memaksa para menterinya mundur ketika menjadi tersangka kasus korupsi. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik semuanya mundur meski palu hakim belum memastikan mereka bersalah atau tidak.

Karena itu, kepada elite politik dan para ahli hukum yang terus mendorong Jokowi untuk melantik tersangka menjadi Kapolri, berhentilah menakut-nakuti dengan segala argumentasi pemakzulan. Masih banyak pekerjaan rumah bagi negeri ini untuk keluar dari kemelut korupsi ketimbang berkutat pada masalah calon Kapolri, soal pribadi yang sengaja diinstitusionalisasi. Save KPK save Polri.

Refly Harun
Pengamat dan Pengajar Hukum Tata Negara

Sumber: KOMPAS
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas