Mario Sempat Terpental Akibat Tekanan Jet Pesawat Garuda
Mario Steven Ambarita sempat terpental akibat tekanan jet dari mesin pesawat Garuda Indonesia saat hendak lepas landas.
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adiatmaputra Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mario Steven Ambarita sempat terpental akibat tekanan jet dari mesin pesawat Garuda Indonesia saat hendak lepas landas. Kendati begitu Mario tetap berusaha dan berhasil menyusup ke dalam pesawat.
"Di ujung runway 18 km dia melihat pesawat Garuda. Pada saat memasuki runway belok 70 derajat dia coba mendekati pesawat tapi terpental kena jet blast," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo di kantornya, Rabu (8/4/2015).
Usai terpental, Mario berlari mengincar roda belakang pesawat Garuda Indonesia. Setelah menemukan celah, Mario memanjat roda belakang pesawat lalu menjadi penumpang gelap selama penerbangan satu jam lebih dari Pekanbaru menuju Jakarta.
"Mario bangun lagi sampai pesawat itu sejajar dengan runway," imbuhnya. Selama di ruangan roda, Mario dalam posisi duduk. Di dalam ruang roda, ada sedikit ruang yang bisa diduduki.
"Ada semacam ruang yang dia bisa duduk selebar kursi. Dia berhasil duduk, dan terbang sampai Cengkareng. Baru diketahui di Cengkareng," kata Suprasetyo.
Mario tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pukul 10.30 WIB lalu melompati pagar bandara yang dekat dengan kargo 300 meter dari pesawat.
"Mario mendeteksi pesawat ke Jakarta, sudah menemukan targetnya adalah Garuda, dia masuk melompat pagar dekat dengan cargo," papar Suprasetyo.