Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Sulit Rasanya Partai Demokrat Pecah

Menurutnya, tidak ada kader Demokrat yang mampu menandingi SBY.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pengamat: Sulit Rasanya Partai Demokrat Pecah
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Presiden RI ke-6 dan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sambutan saat menghadiri Rapimnas ke II Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) di Hotel Sahid, Jakarta Selatan, Jumat(24/4/2015). Organisasi sayap Partai Demokrat ini meminta SBY untuk memimpin Partai Demokrat sebagai Ketua Umum periode 2015-2020. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terpilih kembali menjadi Ketua Umum Demokrat pada saat Kongres Demokrat Mei mendatang.

Menurutnya, tidak ada kader Demokrat yang mampu menandingi SBY.

"Partai Demokrat sahamnya 100 persen dimiliki SBY. Jadi analoginya kalau sudah 100 persen dimiliki SBY bisa dijawab sendiri," kata Yunarto usai diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2015).

Yunarto berpendapat, Demokrat dalam melaksanakan kongres akan solid dan sulit untuk terpecah.

Karena menurutnya, Demokrat masuk partai kategori 'fans club' yang didirikannya sebuah partai hanya untuk mencapai libido tertentu.

"Sulit rasanya Demokrat terpecah. Ini kan partai fans club yang banyak penggemarnya, SBY masih jadi magnet elektoral," tuturnya.

Meski saat ini banyak penolakan SBY menjadi Ketua Umum Demokrat dari internal partai berlambang segitiga mercy itu, hal tersebut tidak akan sampai menjadikan partai penguasa pada sejak 2004-2014 memiliki dualisme kepemimpinan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak mungkin Demokrat terpecah hanya karena adanya penolakan SBY menjadi Ketua Umum Demokrat," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas