Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tarik Minat Masyarakat, Alumni ITB Bentuk Pusat Teknologi

Di bawah bendera Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IAITB), tim yang diketuai Poempida Hidayatulloh ini meluncurkan pusat teknologi e-Hub.

Tarik Minat Masyarakat, Alumni ITB Bentuk Pusat Teknologi
Tribunnews.com/Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia tidak pernah sepi dari suatu teknologi. Namun, saat ini generasi mudanya justru cenderung hanya mengonsumsi produks paling mutakhir buatan negeri lain, tanpa bisa menciptakannya sendiri.

Padahal sejarah mencatat, Indonesia juga memiliki banyak ahli sains di bidangnya. Berangkat dari suatu keyakinan dan ingin menanamkan minat seseorang inilah yang membuat sekelompok alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tergerak untuk melakukan inovasi yang baru.

Di bawah bendera Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IAITB), tim yang diketuai Poempida Hidayatulloh ini meluncurkan pusat teknologi e-Hub. Semangatnya yakni membangkitkan dan memfasilitasi pemuda-pemudi Indonesia di bidang ilmu sains.

"Kami ingin memperkenalkan satu hal yang kita namai sebagai sains e-Hub. Di situ kita akan memperkenalkan, membuat satu tempat dimana masyarakat bisa mengenali sains, dalam bentuk yang menghibur, sehingga imajinasi tentang sains rumit tidak ada lagi di masyarakat," kata Poempida kepada wrtawan di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Nantinya, wadah ini akan berkembang dan menampung semua inovasi masyarakat di bidang teknologi. Terutama generasi muda yang masih idealis dan sangat inovatif dalam berkarya

Merujuk pada sejarah penjajaahan, suatu negara yang menduduki negara lain jelas memiliki kelebihan teknologi. Karena itu lewat e-Hub ini, dia berharap bisa menarik masyrakat awam untuk mengenal teknologi, sehingga tidak hanya menjadi konsumen.

Ke depan, jika masyarakat sudah 'melek', maka teknologi akan menjadi akrab, tidak hanya untuk digunakaan, tapi juga diproduksi sendiri di Tanah Air. Poempidaa meyakini hal itu berdampak sangat signifikan dalam perkembangan nasional. Contohnya, negara akan menciptakan banyak lapangan kerja dari sektor industri ini.

"Teknologi harus berdaulat. Apakah Indonesia ingin jadi bangsa yang selalu dikucilkan? Dengan kekuatan teknologi itu bisa diselesaikan. Misalnyaa industri, dengan pengusaan teknologi dapat menyerap tenaga kerja dengan sendirinya," imbuh calon Ketua IAITB tersebut.

Ikuti kami di
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Gusti Sawabi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas