Pengakuan Sipil yang Pernah Naik Hercules: Di dalam ada Ayam, ada Kambing, Lengkap Deh
Tak ada tempat duduk. Jadi, saya berdiri saja, kan penerbangannya tak sampai satu jam. (Di dalam pesawat itu) ada ayam, ada kambing, lengkap deh
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apakah masyarakat sipil dibolehkan menumpang pesawat militer?
Beberapa warga sipil mengaku pernah menjadi penumpang pesawat angkut militer Hercules dengan membayar.
Namun, pihak TNI membantah dan mengatakan telah menerjunkan tim untuk menyelidikinya.
Mun, yang mengaku sebagai sepupu Robiyanto, salah satu penumpang Hercules C-130 TNI AU yang jatuh di Medan pada Selasa (30/6/2015), mengatakan, sepupunya menumpang Hercules naas itu dengan membayar kendati tak tahu persis berapa.
"Biayanya lebih murah dan kami punya keluarga militer," kata Mun yang juga pernah naik pesawat Hercules.
"Saya sendiri pernah naik Hercules, dari Tanjung Pinang ke Natuna. Waktu itu bayarnya Rp 500.000," kata Mun.
"Tak ada tempat duduk. Jadi, saya berdiri saja, kan penerbangannya tak sampai satu jam. (Di dalam pesawat itu) ada ayam, ada kambing, lengkap deh," katanya tergelak.
Pengakuan di media sosial
Menyusul terungkapnya banyak warga sipil penumpang pesawat Hercules yang jatuh di Medan, muncul pula sejumlah pengakuan tentang pengalaman naik Hercules dengan membayar ongkos.
Vonkie Dino menulis di laman Facebook tentang pengalamannya pada 2005 saat membawa bantuan untuk para korban bencana gempa bumi di Nias.
Ketika dihubungi BBC Indonesia, dia menambahkan, "Jadi, dari Bandara Polonia, saat itu saya tak mendapatkan pesawat, lalu ditawari oleh seorang calo untuk naik Hercules. Saya pikir gratis karena membawa bantuan kemanusiaan dan karena milik militer. Ternyata harus bayar. Kalau tidak salah Rp 600.000."
Dia mengakui bahwa dirinya tak berhubungan dengan awak pesawat atau anggota militer lain. Semua transaksi dan urusan ditangani oleh calo, yang sudah dikenalnya lebih lama.
Di laman Facebook, ada pula yang menuliskan pengalaman naik Hercules TNI tanpa harus membayar.
Natasya Adelia Rojak menulis, "Saya pernah naik, dari Balikpapan ke Surabaya, tapi tidak berbayar, gratis. Om saya anggota Akabri, TNI AU, jadi gratis. Tapi, hanya kami yang naik, pada saat itu dalam rangka latihan militer TNI AU. Tidak ada warga sipil selain saya dan keluarga saya."
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.