Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi III DPR Akan Bentuk Tim Investigasi Konflik Tolikara

Wakil Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan lainnya meskipun DPR masih menjalani masa reses.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Komisi III DPR Akan Bentuk Tim Investigasi Konflik Tolikara
KOMPAS/ANTONY LEE
Bekas kios yang terbakar akibat kerusuhan di Kecamatan Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Senin (20/7/2015). Berbagai pemangku kepentingan di Karubaga menegaskan bahwa kendati konflik diawali penolakan salat id, tetapi konflik disebabkan faktor miskomunikasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR berencana mengunjungi Tolikara, Papua.

Hal itu terkait dengan insiden pembakaran musala saat umat Islam menjalankan salat Id merayakan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Wakil Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan lainnya meskipun DPR masih menjalani masa reses.

"Untuk saat ini belum karena sedang reses, tapi saya sudah komunikasi dengan pimpina Komisi III lain, dalam waktu dekat kunjungan ke Tolikara, minggu ini atau minggu depan," kata Trimedya ketika dikonfirmasi, Selasa (21/7/2015).

Dalam kunjungan ke Tolikara, Komisi III DPR berencana bertemu dengan Kapolda Papua.

Politikus PDIP itu mengatakan pihaknya akan bertanya mengenai kronologi serta langkah-langkah yang telah dilakukan aparat keamanan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita minta supaya kasus ini diungkap tuntas," katanya.

Usai kunjungan, Trimedya mengatakan Komisi III DPR akan membentuk tim investigasi.

Trimedya menegaskan peristiwa tersebut tidak boleh terulang lagi.

Sementara Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai kejadian di Tolikara menunjukkan bahwa di banyak daerah persoalan kerukunan ummat beragama dan toleransi masih menyisakan masalah

"Pemerintah perlu memetakan persoalan kerukunan dantoleransi dengan cara yang lebih akurat lagi. Selain itu, perlu ada sikap tanggap begitu ada isu muncul. Sehingga setiap potensi masalah SARA muncul langsung bisa dihandle," ujar Politikus PPP itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas