Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masyarakat Disarankan Tak Pilih Mantan Napi Korupsi Jadi Kepala Daerah

Jangan pilih mantan narapidana korupsi maupun yang diduga terlibat kasus korupsi, yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Masyarakat Disarankan Tak Pilih Mantan Napi Korupsi Jadi Kepala Daerah
Muhammad Zulfikar/Tribun Jakarta
Pengamat Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegiat antikorupsi dari Pukat UGM, Zainal Arifin Mochtar, menyerukan masyarakat selektif dalam memilih pemimpin di daerahnya saat Pilkada Serentak.

Jangan pilih mantan narapidana korupsi maupun yang diduga terlibat kasus korupsi, yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

"Sekarang ini lebih kepada kesadaran masyarakatnya. Kalau memang orang yang punya masalah dengan proses korupsi, lebih baik jangan dipilih. Ini tindakan preventif," kata Zainal di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015).

Menurut Zainal, meski saat ini masih terdapat perbedaan tafsir batas hukuman terhadap mantan narapidana yang boleh ikut mencalonkan diri sebagai kepala daerah, tapi dirinya mewanti-wanti masyarakat lebih rasional dalam memilih. Terlebih mencegah lebih baik daripada mengobati.

‎"Dorong kesadaran publik untuk melihat bahwa orang yang sudah terpidana kasus korupsi, itu artinya sudah menghilangkan kapasitas mereka memimpin," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas