Tribun

Pilkada Serentak

Bantah Mahar, Gerindra: Pak Hashim Justru Kasih Uang

Keduanya mengaku batal maju karena dimintai mahar dalam jumlah besar oleh partai yang akan mengusungnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Bantah Mahar, Gerindra: Pak Hashim Justru Kasih Uang
Net
Logo Partai Gerindra. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra membantah adanya mahar dalam pilkada serentak. Hal itu menyikapi keterangan Asmadi Lubis bersama Jisman Hutapea yang gagal menjadi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Toba Samosir.

Keduanya mengaku batal maju karena dimintai mahar dalam jumlah besar oleh partai yang akan mengusungnya.

"Enggak ada mahar-maharan," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad ketika dikonfirmasi, Senin (3/8/2015).

Ia mengatakan Jisman juga bukanlah kader Gerindra. Sufmi menduga adanya laporan tersebut dikarenakan sakit hati karena tak diusung Gerindra di Pilkada Toba Samosir.

"Ini perlu diwaspadai bukan kader partai karena bisa itu (sakit hati)," tuturnya.

Anggota Komisi III DPR itu mengatakan seleksi calon kepala daerah oleh Gerindra melibatkan banyak orang. Pertimbanganya untuk kepentingan kemenangan Gerindra.

Mengenai pernyataan Jisman dimana ia dimintai uang mahar oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Sufmi membantahnya.

"Semua tahu, Pak Hashim pemodal. Ada orang yang mengatasnamakan Pak Hashim. Karena Pak Hashim selama ini Justru suport kaos dan baliho. Justru Pak Hashim ngasih uang," tuturnya.

Selain itu, Sufmi menuturkan Asmadi merupakan Ketua DPC Tobas. Bila ada yang meminta mahar, kata Sufmi, perlu dibuktikan apakah orang tersebut utusan parpol atau bukan.

"Kemudian apakah ada saksi. Kalau dia ada permintaan gitu kan bisa konfirmasi kepada pengurus DPP. Enggak mungkin Pak Hashim minta, kalau enggak ada buktinya bisa pencemaran nama baik," tuturnya.‎

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas