Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kwik Kian Gie: Kalau Sudah Republik Pisang yang Paling Cocok jadi Presiden Sofjan Wanandi

Kwik Kian Gie mengecam pernyataan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Kwik Kian Gie:  Kalau Sudah Republik Pisang yang Paling Cocok jadi Presiden Sofjan Wanandi
TRIBUN/DANY PERMANA
Ekonom Kwik Kian Gie 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie mengecam pernyataan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi.

Kwik, dalam akun facebooknya membela Menko Maritim Rizal Ramli yang dikritik Sofyan Wanandi sebelumnya.

"Wahai Sofyan Wanandi, anda itu Kepala Staf Wakil Presiden. Kalau lantas ikut-ikutan marah tentang sikap dan tindakan Menko Rizal Ramli, marah kepada Presiden yang membiarkan keputusannya tentang proyek 35.000 megawatt listrik dikoreksi oleh Menko-nya, terus menyebut Republik ini menjadi Banana Republic atau Republik Pisang, bukankah anda yang menjadikan RI menjadi Republik Pisang. Kalau sudah Republik Pisang, yang paling cocok menjadi Presiden memang Sofyan Wanandi. Saya ingin menyumbang lagu kebangsaan, yaitu lagu “Banana Boat” yang dinyanyikan oleh Harry Belafonte," tulis Kwik dalam akun facebooknya, Kamis (10/9/2015).

Tribun kemudian mengkonfirmasi Kwik Kian Gie atas pernyataannya di facebook.

Kwik tertawa kecil dan mempersilakan untuk dikutip.

Hingga berita ini diturunkan belum tribun belum mendapat tanggapan dari Sofjan Wanandi atas pernyataan Kwik Kian Gie

Sebelumnya, Sofjan Wanandi menyebutkan, Menteri Kordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli harus ditertibkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu terkait dengan pernyataan Rizal mengenai program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt.

"Kalau saya sebagai pribadi, Presiden harus tertibkan, yang begitu-begitu tidak bisa ditoleransi. Akhirnya kan bingung investor di luar," kata Sofjan Wanandi di kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015) lalu.

Sofjan Wanandi khawatir investor akan bingung melihat siapa sebenarnya yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.

Investor tentunya juga akan mengalami kebingungan melihat kebijakan Presiden Joko Widodo itu dengan mudahnya diintervensi oleh Rizal Ramli.

"Mana yang dipegang, menkonya atau presidennya. Rusak semua kita nanti, tidak bisa bicara seenaknya, memangnya ini negara apa, banana republic memangnya?" ujar dia.

Rizal Ramli, kata dia, seharusnya hanya bisa memberikan masukan untuk Presiden saat digelar rapat kabinet yang membahas soal kelistrikan.

Masukan tersebut tentunya tidak boleh bocor keluar dari lingkungan kabinet.

Namun, hal yang dilakukan Rizal Ramli sungguh berbeda.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas