Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

BNPT Sebut Masyarakat Indonesia Mudah Terprovokasi Aksi Terorisme Luar Negeri

pelaku teroris biasanya adalah masyarakat yang mudah terprovokasi

BNPT Sebut Masyarakat Indonesia Mudah Terprovokasi Aksi Terorisme Luar Negeri
Glery Lazuardi
Saud Usman Nasution 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Saud Usman Nasution, menilai masyarakat Indonesia begitu mudah terprovokasi dengan terorisme dari luar negeri.

"Contohnya bom Bali terjadi karena soal masalah peristiwa WTC. Di luar yang bermasalah, tapi dendam dilaksanakan di Jakarta. Sama juga bom yang JW Marriot. Ini yang sulit," ujar Saud di Balai Kota, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Saud menambahkan, pelaku teroris biasanya adalah masyarakat yang mudah terprovokasi. Kata dia, para teroris pada umumnya, tinggal di perumahan-perumahan masyarakat umum, dan tidak tinggal di hotel atau di tempat lainnya.

"Permasalahannya bukan di negara kita. Nah pelakunya bukan tinggal di hotel atau di mana, tapi di sekitar kita. Jadi kita perlu peduli dengan teman sekitar, salah satunya dengan optimalisasi FKPT ini," jelas Saud.

Demi meminimalisir adanya teroris di Indonesia, BNPT membentuk Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris (FKPT) DKI Jakarta. Saud juga mengatakan, FKPT sangat membantu BNPT yang Sumber Daya Manusianya (SDM) terbilang masih minim.

"Kalau hanya mengharapkan personil BNPT hanya 51 orang tak mungkin. Apalagi tugas cukup besar. Sekarang kami bisa punya 28 FKPT di Indonesia. DKI salah satu yang bagus," ucap Saud.

Penulis: Dennis Destryawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas