Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Oktober, Pemerintah Bagikan POMP Penyakit Kaki Gajah kepada 105 Juta Penduduk Indonesia

Pemerintah akan melakukan pemberian obat pencegahan massal (POPM) Penyakit Kaki Gajah mulai 1 Oktober 2015 ini.

Oktober, Pemerintah Bagikan POMP Penyakit Kaki Gajah kepada 105 Juta Penduduk Indonesia
(Bangka Pos/Rudy)
Kaki Izhar membesar akibat terserang penyakit kaki gajah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan melakukan pemberian obat pencegahan massal (POPM) Penyakit Kaki Gajah mulai 1 Oktober 2015 ini.

POPM akan dilakukan serentak di bulan Oktober di seluruh wilayah kabupaten atau kota yang endemis penyakit kaki gajah. Pemberian obat dilakukan minimal setahun sekali selama lima tahun berturut-turut.

Lantas apa manfaat pemberian Albendazole yang akan diberikan dalam program POPM Penyakit Kaki Gajah yang akan diberikan pada 105 juta jiwa penduduk Indonesia?

"Peminum obat akan memperoleh manfaat ganda yakni obat akan mematikan atau memandulkan cacing Filaria dewasa pemicu penyakit kaki gajah," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr Subuh di Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Obat ini bisa mematikan cacing dalam perut, seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk hingga cacing kremi.

Semua orang berusia 2-70 tahun diwajibkan minum obat pencegah penyakit kaki gajah, kecuali ibu hamil, penderita gagal ginjal atau cuci darah.

Juga penderita epilepsi atau anak berusia lebih dari 6 tahun dengan riwayat sering alami kejang, penderita sakit berat yang harus terbaring di tempat tidur, demam tinggi, batuk darah, kanker dan anak bergizi buruk.

"Juga penderita penyakit kaki gajah klinis, kronis yang sedang mengalami serangan akut. Penderita darah tinggi, penderita gangguan jantung dan penyakit hati harus dengan pengawasan dokter," katanya. (Eko Sutriyanto)

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas