Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Lahan Gambut, Intensitas Api Terbanyak Ada di Ogan Komering Ilir

Diduga sebagiannya disebabkan oleh pembakaran lahan oleh masyarakat yang memanfaatkan musim kering ini

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ada Lahan Gambut, Intensitas Api Terbanyak Ada di Ogan Komering Ilir
TRIBUN/ABRIANSYAH LIBERTO
Presiden RI Joko Widodo bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo , Kapolri Jenderal Pol Badarudin Haiti, Menteri PU Basuki Hadimujono dan Gubernur Sumsel Ir Alex Noerdin meninjau langsung titik api di Desa Geronggong, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2015). Penanggulangan kabut asap akan lebih ditingkatkan.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di pulau Sumatera hingga pukul 08.00 WIB Selasa (6/10/2015) tercatat ada 502 titik api.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan 406 titik api di pulau Sumatera, berada di wilayah Sumatera Selatan.

"Intensitasnya itu ada di wilayah OKI, Ogan Komering Ilir," ujar Willem Rampangilei, dalam konfrensi persnya di kantor BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

Ia mengakui penanganan kebakaran di wilayah OKI cenderung lamban, karena karakter wilayahnya.

Kata dia wilayah OKI sebagian besarnya merupakan wilayah gambut, yang menyimpan bara jauh di kedalaman tanah. Maka bila air yang digunakan tidak cukup banyak, maka titik api akan menimbulkan asap.

"Padamkan api di gambut butuh teknik tertentu, lahan gambut di sana terlalu dalam sehingga pemadaman dengan kalkulasi," ujarnya.

Selain itu juga terdapat titik-titik api baru. Titik tersebut berada di titik api yang sebelumnya sudah dipadamkan, dan titip api yang baru sama sekali.

Rekomendasi Untuk Anda

Diduga sebagiannya disebabkan oleh pembakaran lahan oleh masyarakat yang memanfaatkan musim kering ini.

Untuk mengantisipasi pembakaran oleh masyarakat, Willem Rampangilei mengatakan dibutuhkan bantuan dari TNI.

Selain melakukan patroli untuk menjaga agar tidak terjadi pembakaran, aparat TNI juga dibutuhkan untuk mensosialisasikan ke masyarakat soal bahaya pembakaran hutan.

"Saat ini sudah ada enam ribu personil TNI, kita rencanannya akan tambah kekuatan, juga tambah helikopter," terangnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas